Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Voli

Perpanjangan PPKM Level 4 Masih Teka-teki, Warga Bosan Terobos Kemacetan

Perpanjangan PPKM Level 4 Masih Teka-teki, Warga Bosan Terobos Kemacetan
Warga terobos kemacetan (Foto: Icha)
Senin, 09 Agustus 2021 15:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Selama PPKM Darurat diberlakukan sejak Agustus 2021, hampir semua jalur masuk Kota Surabaya macet. Kemacetan ini lantaran warga yang bekerja di Surabaya atau sebaliknya melakukan aktivitas sehari-hari.

Dilansir GoNews.co dari detikcom, Senin (9/8/2021) jalur masuk Surabaya di perbatasan Karangpilang-Surabaya dan Sepanjang-Sidoarjo, kerap macet sejak pukul 06.00 WIB. Kendaraan baik motor, mobil, kendaraan umum berebut berangkat lebih pagi agar terhindar macet. Namun hal itu justru menambah kemacetan. Sebab selain truk-truk banyak yang parkir di pinggir jalan, jalur tersebut hanya dua jalur.

Kondisi ini diperparah dengan penyekatan di Karangpilang. Semua pengguna jalan mengambil jalur tikus. Namun lagi-lagi jalur tikus penuh kendaraan dan akhirnya menumpuk tanpa ada yang mengatur.

Tak hanya di kawasan Karangpilang saja yang macet. Di kawasan Mastrip juga terjadi kemacetan hingga depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Perang klakson dan berebut saling mendahului kerap terjadi.

Arus lalu lintas yang macet juga terjadi di Jalan Brawijaya, Ciliwung, Opak, Adityawarman hingga Jalan Diponegoro. Kondisi lalu lintas agak mencair saat masuk di kawasan Jalan Kartini.

Sementara di Bundaran Waru juga mengalami kemacetan karena ada penyekatan di depan CITO. Pengguna jalan berusaha menerobos masuk Surabaya melalui jalur-jalur tikus di belakang Gedung BNI atau CITO. Akibatnya jalur tikus di kawasan Dukuh Menanggal padat merayap.

Seorang warga yang bosan didera kemacetan, Nana (43) mengaku tak sanggup lagi jika PPKM level 4 diperpanjang. "Saya ampun-ampun tiap hari sebulan kena macet. Sudahlah tidak usah diperpanjang lagi PPKM-nya. Warga butuh kerja dan mencari uang. Kena PSBB saja sudah sengsara, tidak ada satupun bantuan dari pemerintah turun. Sekarang ditambah PPKM, hadew," jelas karyawan swasta ini kepada detikcom.

Ungkapan pedas diungkapkan Azizah (45). "Percuma penyekatan di tengah kota, kalau di perbatasan kota padat dan macet. Pinggir-pinggir kota selama ini macet. Sama saja penyebaran virusnya dari pinggir kota. Kalau kami disalahkan karena keluar rumah, terus siapa yang kasih kami makan, kalau kitanya ga kerja. Wis embuh karep-karepe (Terserah apa maunya)," tandasnya.

Hal senada diungkapkan Tika (30). Warga Krian ini mengaku dirinya tidak mampu berbuat apa-apa lagi dengan kondisinya yang WFH (Work From Home) terus menerus. "Banyak yang sudah vaksin. Sudah jangan ada PPKM lagi. Yang penting tetap prokes ketat," tegasnya.***

wwwwww