Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Nasional

Puan Makin Populer Lewat Baliho dalam Pantauan Drone Emprit

Puan Makin Populer Lewat Baliho dalam Pantauan Drone Emprit
Baliho Ketua DPP PDIP/Ketua DPR RI, Puan Maharani. (foto: ist./detikcom)
Senin, 09 Agustus 2021 12:09 WIB
JAKARTA - Sistem monitoring percakapan di platform online, Drone Emprit membaca, Puan Maharani (Ketua DPR RI/Ketua DPP PDIP) makin populer lantaran balihonya jadi diskursus maya.

Menurut hasil monitoring Drone Emprit pada 7 Juli 2021-7 Agustus 2021, popularitas atau eksposur (share of voices) Puan bertengger di urutan empat besar, yakni 13% - 12%.

Saling berkejaran, ada Anies baswedan (43% berita online - 50% Twitter), Ganjar Pranowo (25% - 27%), Ridwan Kamil (19% - 12%).

"Puan makin populer, lewat baliho yang banyak disindir dan jadi meme netizen," kata Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, dikutip GoNEWS.co dari rilis resmi Puan, Senin (9/8/2021).

Bahkan, kata Fahmi, tren popularitas Puan dalam sebulan terakhir "hampir mengejar tren Ganjar."

Fahmi menjelaskan, popularitas merupakan gabungan percakapan yang bernada positif, negatif dan netral. "Tak peduli sentimennya apa," ujarnya.

Dari popularitas, lanjut Fahmi, diharapkan nanti akan naik favorabilitasnya (sentimen positif-negatif), lalu dikapitalisasi jadi elektabilitas.

"Teorinya begitu. Kenyataan di lapangan bisa bermacam-macam faktor yg berpengaruh," ujar PhD Ilmu Informasi dari Universitas Groningen, Belanda, ini.

Seperti diketahui, ramainya baliho tokoh politik disinyalir beberapa analis sebagai cara branding Capres-Cawapres (Calon Presien-Calon Wakil Presiden) 2024. Analis dari Lima, Ray Rangkuti bahkan sempat membahas fenomena 'Capres Baliho' ini dalam suatu kesempatan. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan
wwwwww