Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Renault Gandeng Geely Garap Mobil Hybrid

Renault Gandeng Geely Garap Mobil Hybrid
Mobil Hybrid produk Renault. (Foto: Istimewa)
Selasa, 10 Agustus 2021 22:46 WIB

JAKARTA - Renault Group mengumumkan bekerja sama dengan produsen otomotif top di China, Geely Holding Group, khusus buat mengembangkan mobil-mobil hybrid pada Senin (9/8/2021).

Renault akan memanfaatkan jaringan komponen dan manufaktur Geely, yang merupakan induk perusahaan Volvo, Polestar, dan Lynk & Co, untuk menghasilkan mobil hybrid. Penjualan mobil hybrid ini akan dilakukan di China.

Geely akan menjadi pemasok mobil, sedangkan Renault bakal mengontrol pemasaran dan penjualan termasuk menyediakan jaringan dealer dan servis. Selain itu Reuters menjelaskan keduanya juga berencana mengembangkan produk lokal di Korea Selatan menggunakan merek Lynk & Co.

Autocar memaparkan investasi atas kerja sama ini belum disebutkan. Selain itu kesepakatan keduanya dikatakan tidak memengaruhi kepemilikan Renault sebesar 80,1 persen di produsen Renault Samsung Motors di Korea Selatan yang selama ini memproduksi mobil Renault untuk pasar lokal.

Strategi ini muncul usai transformasi besar-besaran yang dilakukan bos baru Renault, Luca de Meo. Sebelumnya Renault sudah berkolaborasi bersama Mercedes-Benz untuk pengembangan dan produksi mobil komersial kecil.

Pada April lalu Renault membatalkan peluang joint venture dengan perusahaan China, Dongfeng Motor Group yang membuat penundaan mobil-mobil Renault bermesin pembakaran dalam di negara itu.

Sementara penjualan mobil listrik Renault terus dilakukan di China atas kerja sama dengan Brilliance Jinbei Automotive, eGT, dan Jiangxi Jiangling.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, Olympic
wwwwww