Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  PON

Puan Maharani Berhak Mendapatkan Pusako Tinggi

Puan Maharani Berhak Mendapatkan Pusako Tinggi
Cucu Fatmawati (Bangsawan Pesisir Selatan, Sumbar), Puan Maharani yang kini menjabat Ketua DPR RI/Ketua DPP PDIP. (foto: ist./dpr ri)
Jum'at, 13 Agustus 2021 14:21 WIB
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani disebut berhak mendapat Pusako Tinggi, secara adat Minang berdasarkan nasab.

Hal ini dikemukakan oleh Anggota Fraksi PAN DPR RI dari Sumatera Barat, Guspardi Gaus dalam sebuah rilis yang merespons kegelisahan Megawati mengenai tokoh nasional Sumbar yang tak sepopuler era lampau.

Guspardi meminta publik memaknai positif kegelisahan Ketum PDIP itu. "Pesan yang tersirat di balik pernyataan Bu Mega. Semacam kerinduan beliau (Megawati) menginginkan agar ke depan tokoh tokoh dari Minang tetap tampil dan berperan lebih menonjol di pentas nasional," kata Guspardi.

Banyak orang tak memahami, kata Guspardi, bahwa Megawati adalah orang Minangkabau. Ibunda Megawati adalah Fatmawati yang merupakan seorang bangsawan dari Pesisir Selatan, Sumbar. Berdasarkan adat, Megawati sebagai perempuan berhak mendapatkan pusako tinggi seperti gelar dan jabatan Datuak untuk laki-laki. Begitu juga dengan putrinya yakni Puan Maharani.

"Jadi Ibu Megawati itu berhak mendapatkan Pusako Tinggi (setara gelar dan jabatan Datuak sebagai penghulu yang merupakan posisi terhormat dalam struktur adat masyarakat Minangkabau, red) dan bukan gelar pemberian atau penghargaan. Begitu juga dengan anaknya, Bu Puan Maharani, pun berhak mendapatkan hak yang sama," terang Guspardi.

Seperti diketahui, Puan yang di PDIP menjabat Ketua DPP juga duduk di parlemen sebagai pucuk pimpinan. Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI sepanjang sejarah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Sumatera Barat, DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan, PON
wwwwww