Bupati Zukri Minta Masyarakat Pelalawan Tak Khawatir Divaksin
![]() |
| Bupati Pelalawan, H Zukri saat meninjau vaksinasi massal di Desa Makmur Sp6, Pangkalan kerinci. |
Penulis: Farikhin
Permintaan vaksinasi dari masyarakat sangat tinggi dalam dua bulan terakhir ini. Terlihat dari membludaknya peserta yang mendaftar ketika program vaksinasi massal digelar di beberapa kecamatan, khususnya di Pangkalan Kerinci.

Bahkan saking banyaknya warga yang ingin mendapat suntikan vaksin, petugas harus memprioritaskan peserta yang terlebih dahulu mendaftar.
"Memang permintaan vaksin sekarang tinggi. Padahal vaksin kita semakin menipis. Ini yang sedang kita usahakan ke provinsi," sebut Asril, Senin (16/08/2021).
Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pelalawan, masyarakat Pelalawan yang telah mendapat suntikan vaksin dosis pertama mencapai 31.409 orang. Sedangkan yang telah mendapat suntikan vaksin dosis kedua sebanyak 22.769 orang.
"Terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, warga pada usia rentan, dan kelompok masyarakat lainnya. Sampai sekarang itu masih menggunakan vaksin Sinovac untuk masyarakat umum," terang Asril.
Bupati Pelalawan, H Zukri meminta masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk tidak perlu khawatir divaksin. Imbauan tersebut disampaikan bukan tanpa sebab.
Pasalnya masih banyak warga yang enggan untuk disuntik vaksin dengan berbagai alasan untuk menolak.
Menurut Bupati Zukri, vaksin Sinovac dinyatakan halal dan aman untuk disuntikkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Kalaupun ada kabar yang menyebut bahwa vaksin membahayakan bagi kesehatan, hal tersebut adalah hoaks atau tidak benar.
“Jangan percaya informasi hoaks yang menakut-nakuti. Itu saya pastikan tidak benar," terangnya, saat meninjau acara vaksinasi masal di Desa Makmur Sp6, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Di hadapan masyarakat Desa Makmur, Bupati Zukri menegaskan, vaksinasi dilakukan untuk melindungi warga. Interaksi warga yang berpotensi menyebarkan virus corona.
“Upaya penanganan ini terus kita lakukan, dengan menggencarkan program vaksinasi. Karena kita lihat banyak yang rawan tertular Covid-19,” ucapnya.
Sebagai upaya untuk menciptakan herd immunity (kekebalan komunitas), Bupati Zukri meminta agar masyarakat mendukung adanya vaksinasi ini.
“Maka yang bisa kita lakukan adalah memberikan vaksinasi, dan terus menerapkan protokol kesehatan," terangnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) meski sudah divaksin. Sebab, vaksin tidak membuat seseorang kebal 100 persen dari virus Covid-19.
"Meski sudah divaksin, prokesnya tolong tetap dijaga. Jangan mentang-mentang sudah divaksin, terus tidak lagi pakai masker," tegasnya.
Bupati Zukri menyebut vaksin berfungsi membuat imun tubuh lebih kuat sehingga gejala yang timbul minim bila terpapar Covid-19.
Bila sudah divaksin, masyarakat jangan merasa kebal begitu saja sehingga protokol kesehatan pun ditinggalkan. Sebab pada dasarnya, vaksin membantu menekan gejala dan menyelamatkan jiwa apabila tertular Covid-19.
Vaksinasi ini menjadi program mengendalikan dan menanggulangi penyakit," ujarnya.
Ia mendorong masyarakat sekitar memanfaatkan program vaksinasi. Supaya kekebalan kelompok segera terbentuk.
Bupati Zukri menyebut, percepatan vaksinasi memang dikhususkan pada daerah-daerah yang notabene kasusnya cukup tinggi. Maka diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir sebab vaksinasi adalah aman dan halal
"Vaksin aman dan halal. Resikonya akan lebih tinggi jika tidak vaksin, dibandingkan dengan orang yang sudah vaksin," pungkasnya.***













