Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Basket

WHO Sebut Mobilitas Warga di Jawa Sudah Meningkat Seperti Tak Ada Pandemi

WHO Sebut Mobilitas Warga di Jawa Sudah Meningkat Seperti Tak Ada Pandemi
Aktifitas warga di Pasar Tradisional. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 21 Agustus 2021 04:50 WIB

JAKARTA - Kasus corona di Indonesia menunjukkan perbaikan dalam sepekan terakhir. Peraturan di PPKM Level pun mulai dilonggarkan.

Kini mal sudah bisa beroperasi 50 persen di daerah PPKM Level 4. Tempat ibadah pun demikian.

Tren kasus memang menurun. Namun yang perlu jadi catatan, kematian belum bisa ditekan, masih di atas 1.000-an per hari.

WHO pun menyoroti apa yang terjadi di Indonesia. Terlebih ternyata mobilitas masyarakat pun juga melesat lagi, khususnya di Pulau Jawa.

"Meskipun PPKM tetap dilaksanakan, pemerintah telah mencabut beberapa pembatasan pergerakan sejak 26 Juli. Selanjutnya mobilitas masyarakat meningkat," tulis WHO dalam laporan 18 Agustus dikutip, Jumat (20/8/2021).

Peningkatan mobilitas terutama di stasiun transit dan area ritel. Juga mobilitas ke tempat wisata. "Terjadi di semua provinsi di Jawa dan Bali. Peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat di ritel dan rekreasi diamati, khususnya di Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata WHO.

Ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah. Sebab, peningkatan kasus corona dan kematian terus mengintai ketika mobilitas meningkat. "Peningkatan mobilitas terjadi seperti sebelum pandemi. Formulasi rencana dan tindakan segera sangat penting untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak peningkatan mobilitas transmisi dan kapasitas sistem kesehatan di tingkat nasional dan daerah."***

wwwwww