Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Basket

Dubes Rusia: Tak Ada Demo Anti-Taliban di Kabul, Semua Baik-baik Saja

Dubes Rusia: Tak Ada Demo Anti-Taliban di Kabul, Semua Baik-baik Saja
Kondisi kota Kabul, Afganistan. (Foto: APP)
Minggu, 22 Agustus 2021 11:23 WIB

KABUL - Sepekan setelah Taliban menguasai Kabul, kondisi ibukota Afghanistan itu dalam situasi normal, bahkan dipandang lebih baik oleh Dutabesar Rusia Dmitry Zhirnov.

Dubes Rusia untuk Afghanistan itu juga membantah laporan adanya gerakan demonstrasi menentang Taliban di Kabul. Menurutnya, kondisi Kabul "baik-baik saja", dengan toko-toko sudah dibuka. "Tidak ada demonstrasi menentang Taliban," ujar Zhirnov dalam siaran Soloviev Live yang dikutip Sputnik, Minggu (22/8).

Zhirnov mengatakan, ia telah bertemu dengan seorang pejabat tinggi Taliban dan kelompok itu menunjukkan minat untuk menciptakan solusi damai untuk menangani krisis saat ini.

"Hidup tidak hanya kembali normal. Faktanya, tidak ada yang normal sebelum Taliban, karena ISIS beroperasi di Kabul. Bahkan, sebelum Taliban, Kabul berubah menjadi taman bermain ISIS," tambahnya.

Selain itu, Zhirnov juga mengungkap, perwakilan Taliban telah meminta Rusia untuk meyakinkan pasukan perlawanan yang dipimpin Wakil Presiden Pertama Amrullah Saleh di Ngarai Panjshir bahwa pihaknya ingin menghindari pertumpahan darah dan mencapai kesepakatan politik.

Setelah Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus yang memicu perginya Presiden Ashraf Ghani, Saleh telah menyatakan diri sebagai presiden sesuai konstitusi.

Saleh dilaporkan membentuk Front Perlawanan Nasional Afghanistan yang berbasis di Panjshir untuk melawan Taliban. Mereka juga mengklaim telah merebut kembali Charikar di Provinsi Parwan yang sebelumnya diambil alih Taliban.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Basket, DKI Jakarta
wwwwww