Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
19 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Nasional

Evaluasi PPKM, DPR Minta Angka Kematian Dijadikan Parameter

Evaluasi PPKM, DPR Minta Angka Kematian Dijadikan Parameter
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (foto: ist./dpr ri)
Senin, 23 Agustus 2021 14:37 WIB
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah menjadikan angka kematian akibat Covid-19 sebagai parameter evaluasi PPKM. Hal ini menyusul berkakhirnya masa perpanjangan PPKM Level 2 hingga 4 Jawa-Bali pada hari ini.

Berdasarkan data harian kasus Covid-19, kata Puan, angka kematian pasien masih berada di atas angka seribu orang per harinya meski penambahan kasus cenderung turun.

"Ini harus jadi bahan evaluasi pelaksanaan PPKM," kata Puan dikutip GoNEWS.co dari rilis, Senin (23/8/2021).

Data Kemenkes per Sabtu (21/8) lalu, 10 provinsi dengan tingkat kematian tertinggi adalah Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Aceh, Gorontalo, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta (DIY), Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

"Bagi daerah-daerah yang angka kasus kematian Covid-19 masih tinggi, harus hati-hati kalau ingin melonggarkan pembatasan kegiatan. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO," ucap Puan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww