Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Voli

Seleksi Ulang Calon Kabiro Humas dan Protokol Kepri Dinilai Boroskan Anggaran

Seleksi Ulang Calon Kabiro Humas dan Protokol Kepri Dinilai Boroskan Anggaran
Gedung pemerintah Provinsi Kepri. (foto: ist. via reqnews)
Jum'at, 27 Agustus 2021 07:01 WIB
TANJUNGPINANG - Seleksi ulang terbuka atau 'open bidding' calon Kepala Biro Humas dan Protokol Kepri (Kepulauan Riau) dianggap pemborosan anggaran.

"Kalau dari aspek anggaran, termasuk pemborosan anggaran, tetapi 'kan tidak hanya satu OPD yang diseleksi," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari dikutip GoNEWS.co dari Antara, Jumat (27/8/2021).

Sebelumnya, sudah ada hasil 'open bidding' 16 organisasi perangkat daerah (OPD) Kepri pada tahun 2020. Saat itu, Gubernur Kepri dijabat oleh Isdianto. Kala itu, sebagian dilantik, sebagian lainnya tidak.

Menurut dia, pembatalan terhadap hasil seleksi Kabiro Humas dan Protokol Kepri tahun 2020 tidak perlu dilaksanakan oleh Gubernur Kepri saat ini, Ansar Ahmad. Pasalnya, hasil tersebut sejak awal tidak ditetapkan oleh gubernur sebelumnya.

"Kalau sudah ada surat keputusan gubernur, baru perlu dibatalkan sebelum membuka seleksi terbuka kali ini," kata dia.

Untuk diketahui, 'open bidding' Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk enam OPD pada 19 Agustus 2021 menyisakan pertanyaan kritis. Hal itu disebabkan satu dari enam OPD yang diseleksi yakni Biro Humas dan Protokol Kepri, yang tahun 2020 sudah diseleksi oleh pansel sehingga membuahkan tiga nama calon kepala OPD, yakni Junadi, Iskandar Zulkarnain, dan Zulkifli.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Antara
Kategori:Voli, Kepulauan Riau
wwwwww