Adik Aming Meninggal Dunia, Ini Kenangan Tak Terlupakan Ustadz Dasad Latif
![]() |
| Ustadz Dasad Latif. (Foto: istimewa) |
JAKARTA - Kepergian almarhum adik Aming rupanya turut menyisakan duka mendalam bagi Ustadz Dasad Latif. Dai kondang ini mengaku sangat kehilangan adik Aming setelah mendapat kabar duka tersebut.
Rupanya, Ustadz Dasad Latif sempat berjanji untuk menemui almarhum adik Aming. Adik Aming dikenal sebagai bocah yang gemar menirukan gaya ceramah dari Ustadz Dasad Latif. Hal ini membuat sang dai mengaku tertarik untuk menemui bocah kelahiran Sabah, Malaysia ini.
Terlebih, Muhammad Aming Salleh juga masih keturunan tanah Bugis Sulawesi, daerah asal Ustadz Dasad. Dia juga mengaku kagum kepada adik Aming lantaran ucapannya yang penuh unsur kebaikan.
"Adik Muhammad Aming, kelahiran negeri Sabah Malaysia, keturunan tanah Bugis, banyak mengcopy ceramah-ceramah saya sehingga sangat membantu menyebarkan pesan-pesan dakwah, terutama di negeri tetangga Malaysia," tulis Ustadz Dasad Latif di laman Instagramnya, Jum'at (27/8/2021).
Sang dai juga mengaku terkesan saat pertama kali melihat video almarhum Aming. Dia menilai Aming merupakan anak yang cerdas mengingat usianya yang masih sangat muda. Ustadz Dasad pun merasa bangga lantaran adik Aming masih keturunan Bugis daerah asalnya. Hal ini dilihat dari namanya yang memiliki ciri khas layaknya anak bugis kebanyakan.
"Pertama melihat videonya, saya berpikir cerdas juga anak ini, dan pasti anak bugis sebab namanya sangat khas bugis muhammad aminG (kelebihan huruf G)," tulisnya lagi.
Ustadz Dasad Latif ternyata sempat berniat menemui adik Aming. Sayang, niat tersebut sirna usai sang dai menerima kabar duka atas kepergian adik Aming untuk selamanya. Ustadz Dasad Latif turut mengirimkan doa untuk almarhum adik Aming. Diketahui Muhammad Aming Salleh meninggal dunia sekitar pukul 01.30 waktu Sabah, Malaysia.
"Saya bahkan niat ketemu dia kelak di Tawau, Malaysia, namun pagi tadi, tepatnya pukul 01 dini hari waktu Malaysia, Adik Aming wafat. Al Fatihah," tulis Ustadz Dasad Latif.***
| Editor | : | Muslikhin Effendy |
| Kategori | : | PON, Olympic, DKI Jakarta |













