Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
19 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Voli

Risma Ngamuk di Jember, Pengamat: Pemimpin itu Harusnya Bekerja dengan Hati

Risma Ngamuk di Jember, Pengamat: Pemimpin itu Harusnya Bekerja dengan Hati
Pengamt politik Ujang Komarudin, saat menjadi narasumber di Media Center Parlemen, Senin (30/8/2021). (Foto: GoNews.co)
Senin, 30 Agustus 2021 17:31 WIB

JAKARTA - Aksi marah-marah yang ditunjukkan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini baru-baru ini di Jember, Jawa Timur tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik.

Apalagi, kemarahan ditunjukkan Risma berkenaan penyaluran bantuan sosial, yang mana hal itu menjadi tugas dan tanggung jawab kementeriannya. "Gaya ngamuk-ngamuk itu tak bagus. Tak ada yang beres dengan ngamuk-ngamuk. Pemimpin itu dengan hati, dengan keteladanan, bukan dengan marah-marah," kata pengamt politik Ujang Komarudin, Senin (30/8/2021).

Sebagai menteri yang membidangi langsung kesejahteraan rakyat, harusnya Risma segera mencari solusi agar penyaluran bansos di tengah pandemi Covid-19 berjalan dengan baik. Apalagi, kasus buruknya penyaluran bansos bukan terjadi kali ini saja, melainkan sudah berlangsung beberapa kali.

"Marah-marah itu bukan solusi, tapi malah akan menambah masalah. Dalam agama Islam pun, marah-marah itu merupakan sifat yang tak bagus,” lanjut Ujang.

Ujang pun tak mengerti dengan sikap arogan yang ditunjukkan oleh politisi PDI Perjuangan itu. "Mungkin itulah gaya kepemimpinannya. Apakah pencitraan, saya tak tahu dan tak mengerti," tanadsnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww