Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

DPR: Perlu Penanganan Serius Daerah Rawan Bencana

DPR: Perlu Penanganan Serius Daerah Rawan Bencana
Bencana banjir dan longsor di Kalimantan. (Foto: BNPB)
Rabu, 01 September 2021 15:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Sejumlah daerah di Tanah Air dilanda banjir bandang dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Seperti yang terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (29/8/2021), hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah titik di kawasan Kota Samarinda, dengan ketinggian air mencapai 40-60 cm.

Hal yang sama juga terjadi di Kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Hujan yang melanda Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara sejak Jumat (27/8) sore hingga Sabtu (28/8/2021) pagi membuat ratusan rumah warga di Desa Markati, terendam air. Ketinggian genangan bahkan mencapai 1-2 meter yang menggenangi permukiman warga. Sedikitnya 600 warga Desa Markati tergenang, dan membuat jalan poros Samarinda-Bontang tidak dapat dilintasi kendaraan roda 2 maupun roda 4.

Tidak hanya di wilayah Kalimantan, hujan deras juga mengakibatkan banjir bandang di wilayah Sulawesi Barat. Sejumlah desa di Kecamatan Matakali, Pelewali Mandar diterjang banjir bandang pada Kamis (26/8/2021) malam. Sejumlah rumah warga rusak. Lumpur, material kayu, dan bebatuan memenuhi pemukiman warga dan jalanan.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar meminta Pemda setempat bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera menyiapkan lokasi pengungsian di wilayah terdampak banjir. Selain itu, juga menyediakan kebutuhan dasar warga korban banjir. ”Di daerah-daerah yang diterjang banjir bandang, kami minta Pemda dan BPBD setempat bergerak cepat melakukan langkah-langkah sigap dengan menyediakan tempat-tempat pengungsian warga," ujar Muhaimin, Rabu (1/9/2021).

Disisi lain, tutur Muhaimin, Pemerintah Pusat perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir bandang di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir bandang. 'Kejadian seperti in ikan hampir setiap tahun terjadi. Ini sudah berulang-ulang, tentu tidak boleh dibiarkan karena masyarakat akan selalu merasa waswas ketika terjadi hujan deras. Seperti di wilayah Samarinda, Kaltim, itu banjir menjadi langganan setiap tahun," urainya.

Karena itu, Muhaimin mendorong Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan kementerian terkait untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam menangani banjir bandang yang menjadi langganan di beberapa wilayah di Indonesia.

"Apakah perlu disiapkan gorong-gorong raksasa atau box culvert yang memadai atau bagaimana, ini Kementerian PU harus melakukan evaluasi dan mencari solusinya secara jangka panjang. Kan ini bukan kejadian yang baru, ini sudah berulang-ulang, seharusnya sudah bisa dipetakan apa permasalahannya sehingga ada solusi yang permanen," tandasnya.***

wwwwww