Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Voli

Kata Istana soal Usul Pembentukan Lembaga Khusus Penanggulangan Pandemi

Kata Istana soal Usul Pembentukan Lembaga Khusus Penanggulangan Pandemi
CDC, lembaga khusus penangulangan dan pencegahan wabah di Amerika Serikat. (foto: ist.)
Rabu, 01 September 2021 19:54 WIB
JAKARTA - Istana sikapi secara hati-hati usulan pembentukan lembaga khusus penanganan pandemi dari ilmuwan.

Lansiran Antara yang dikutip GoNEWS.co, Rabu (1/9/2021), para ilmuwan mendorong agar lembaga baru yang khusus menangani pandemi itu lepas dari domain kementerian dan dijalankan oleh sekelompok teknokrat kompeten dan independen serta bertanggungjawab langsung kepada Presiden.

Usulan itu disampaikan oleh Aliansi Ilmuwan Indonesia Untuk Penyelesaian Pandemi. Arahnya, lembaga baru itu menjadi embrio bagi badan nasional pengendalian wabah penyakit yang berfungsi seperti CDC atau Center for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat.

Terkait usulan ini, kata Deputi II Bidang Pembangunan Manusia KSP (Kantor Staf Kepresidenan), Abetnego Tarigan mengungkapkan, lembaga model CDC masih bisa terjebak dalam birokrasi. "Terlebih ketika pemerintahan sebelumnya kurang suportif terhadap lembaga tersebut,".

Dalam konteks kelembagaan dan tata kelola dengan menggunakan logika Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kata Abet, berdirinya sebuah kelembagaan juga harus berlandaskan kerangka regulasi, pendanaan, pengendalian, dan evaluasi yang komprehensif.

"Pembentukan kelembagaan baru sangat hati-hati disikapi oleh pemerintah saat ini," kata Abet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli
wwwwww