Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Nasional

Legislator Minta Aturan Holding BUMN jadi Muatan UU BUMN

Legislator Minta Aturan Holding BUMN jadi Muatan UU BUMN
Ilustrasi BUMN. (foto: ist.)
Kamis, 09 September 2021 07:30 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Muhammad Hekal menyatakan, aturan pembentukan holding perusahaan BUMN seharusnya terakomodasi dalam UU BUMN.

Rilis Hekal yang dikutip GoNEWS.co, Kamis (9/9/2021), Ia mengungkapkan, salah satu yang menjadi pembenaran dari holding itu adalah, kendati saham-saham BUMN dimiliki satu induk perusahaan BUMN, pemerintah menempatkan saham dwiwarna (golden share) yang bersifat sebagai kendali pemerintah di anak perusahaan.

"(Aturan holdingisasi) Itu yang belum terakomodasi dalam UU ini. Karena implikasinya kalau sudah bukan menjadi (perusahaan) BUMN, apakah masih bisa diberi penugasan dari negara?" kata Hekal

Karenanya, menurut Hekal, aturan terkait holding perusahaan BUMN perlu diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww