Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
12 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
6 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Basket

Sumber Pendanaan Penelitian Corona di China Berasal dari Amerika

Sumber Pendanaan Penelitian Corona di China Berasal dari Amerika
Institut Virologi Wuhan di Hubei tengah, China, (foto: afp via getty images)
Kamis, 09 September 2021 09:47 WIB
WASHINGTON - Organisasi kesehatan yang berbasis di AS (Amerika Serikat), EcoHealth Alliance, disebut menggunakan uang federal untuk mendanai penelitian virus corona di laboratorium China.

Hal tersebut diungkap The Intercept. Mereka mengaku memiliki 900 halaman dokumen yang merinci pekerjaan EcoHealth Alliance. Dokumen itu mencakup dua proposal hibah yang didanai oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases serta pembaruan proyek yang berkaitan dengan penelitian EcoHealth Alliance, yang sebelumnya tidak dipublikasikan.

Dokumen itu didapat sehubungan dengan litigasi Undang-Undang Kebebasan Informasi yang sedang berlangsung oleh The Intercept terhadap National Institutes of Health. Intercept juga membuat dokumen lengkap yang tersedia untuk umum.

Dokumen-dokumen tersebut berisi beberapa detail penting tentang penelitian di Wuhan, termasuk fakta bahwa pekerjaan eksperimental utama dengan tikus yang dimanusiakan dilakukan di laboratorium tingkat 3 keamanan hayati di Pusat Percobaan Hewan Universitas Wuhan - dan bukan di Institut Virologi Wuhan, seperti sebelumnya.

"Ini adalah peta jalan menuju penelitian berisiko tinggi yang dapat menyebabkan pandemi saat ini," kata Executive Director of U.S. Right To Know, Gary Ruskin sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari The Intercept.

U.S. Right To Know adalah sebuah kelompok masyarakat yang telah menyelidiki asal-usul Covid-19.

Hibah virus corona kelelawar, memberi EcoHealth Alliance total sebanyak $3,1 juta, termasuk $599.000 yang digunakan Institut Virologi Wuhan sebagian untuk mengidentifikasi dan mengubah virus corona kelelawar yang kemungkinan menginfeksi manusia.

Menurut Richard Ebright, ahli biologi molekuler di Rutgers University, dokumen tersebut berisi informasi penting tentang penelitian yang dilakukan di Wuhan, termasuk tentang pembuatan virus baru.

"Virus yang mereka buat diuji kemampuannya untuk menginfeksi tikus yang direkayasa untuk menampilkan reseptor tipe manusia di sel mereka," tulis Ebright.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:The Intercept
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Basket
wwwwww