Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
24 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
6
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
24 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Home  /  Berita  /  Voli

Kepada Pimpinan Kabupaten/Kota se-Indonesia, Mendagri Minta Belanja-Belanja Ini Ditingkatkan

Kepada Pimpinan Kabupaten/Kota se-Indonesia, Mendagri Minta Belanja-Belanja Ini Ditingkatkan
Mendagri, Muhammad Tito dalam kesempatan virtual. (foto: ist./puspen kemendagri)
Selasa, 14 September 2021 13:08 WIB
JAKARTA - Mendagri Muhammad Tito meminta para bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota untuk meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan dan pos lain yang masuk kriteria belanja pelayanan publik.

"Perbanyak juga belanja-belanja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan. Pendidikan 20%, kesehatan 10% minimal, itu wajib, tapi tolong dipelototin lagi," kata Mendagri dikutip dari rilis Puspen Kemendagri, Selasa (14/9/2021).

Hal tersebut juga disampaikan Mendagri Tito dalam acara Pembukaan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota Tahun 2021, Senin.

"Kurangi belanja aparatur, perbanyak betul belanja yang manfaatnya langsung ke masyarakat," tegas Mendagri Tito meminta anggaran belanja aparatur direalokasi untuk belanja pelayanan publik.

Ia menjelaskan, belanja pelayanan publik tidak terbatas pada sektor pendidikan dan kesehatan saja. Prinsipnya, belanja harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Tergantung masalahnya apa, kalau masalahnya misalnya kotoran sampah, upayakan buat tim (untuk) mengelola daerahnya sehingga bersih bebas sampah,” ujar Tito.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww