Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
24 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  PON

Ribuan Orang Positif Covid-19 Berkeliaran di Mal, Netty: Aturan seperti Formalitas Saja

Ribuan Orang Positif Covid-19 Berkeliaran di Mal, Netty: Aturan seperti Formalitas Saja
Pengunjung mal memindai barcode menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk. (foto: www.gonews.co/dzulfiqar)
Rabu, 15 September 2021 17:25 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IX Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar menindaklanjuti data 3.830 orang berstatus hitam yang berkeliaran di mal.

Rilis Netty yang dikutip GoNEWS.co, Rabu (15/9/2021), keberadaan ribuan orang berstatus hitam di mal itu diketahui dari aplikasi PeduliLindungi saat pengunjung mal memindai barcode aplikasi di pintu masuk mal. Status hitam artinya yang bersangkutan terdeteksi positif Covid-19 atau menjadi kontak erat dengan penyintas.

"Bagaimana mungkin orang tersebut bisa berkeliaran di mal? Bukankah saat pindai barcode dan status mereka berwarna hitam seharusnya dilarang masuk oleh petugas?" tanya Netty.

Menurut Netty, penyampaian data ribuan orang berstatus hitam berkeliaran di mal menunjukkan kelemahan sistem protokol kesehatan di tempat publik dan juga menjadi kritik terhadap sistem aplikasi.

"Tidak semua penjaga pintu memerhatikan dengan seksama hasil scanning barcode. Bahkan ada mal yang pengunjungnya bisa masuk tanpa melewati deteksi barcode. Ini seperti formalitas saja, bukan benar-benar untuk menyaring pengunjung yang sehat dan tidak," kata Netty.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww