Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
3
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pelaksanaan Aktivitas Publik di Masa PPKM Butuh Dukungan dari Seluruh Elemen Bangsa

Pelaksanaan Aktivitas Publik di Masa PPKM Butuh Dukungan dari Seluruh Elemen Bangsa
Ilustrasi aparat kepolisian membubarkan kerumunan warga saat PPKM. (Foto: Istimewa)
Senin, 27 September 2021 13:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021) mengatakan, kolaborasi yang baik antarinstansi atau lembaga yang memiliki kompetensi dalam mengawasi pelaksanaan sejumlah aktivitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) harus mampu mengatasi kendala yang ada saat ini.

"Pembukaan kembali sejumlah kegiatan di area publik perlu disupervisi pelaksanaannya oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi. Dalam kaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19 pada satu aktivitas masyarakat, para ahli kesehatan dan epidemiolog saya kira bisa dilibatkan dalam perencanaan dan pengawasannya," katanya.

Menurut Lestari, upaya membuka kembali sejumlah aktivitas di ruang publik di masa pandemi memang membutuhkan pertimbangan yang matang dan melibatkan para pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi yang tepat.

Bahkan, tambahnya, bisa juga melibatkan hingga tingkat keluarga agar aktivitas tersebut bisa dipastikan hanya melibatkan orang-orang yang bebas Covid-19.

"Sebagai contoh, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat PAUD, sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas, membangun komunikasi yang intens antara guru dan orang tua murid merupakan langkah strategis untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 di sekolah," kata Rerie, sapaan akrab Lestari.

Selain itu, jelas Rerie, evaluasi pelaksanaan sejumlah aktivitas di ruang publik juga harus melibatkan orang-orang yang memiliki kompetensi, sehingga hasil evaluasi tersebut bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk menjawab sejumlah tantangan yang muncul di masa pandemi ini.

Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, semua upaya penyesuaian yang dilakukan para pemangku kepentingan di masa pandemi ini dilakukan secara konsisten dengan strategi yang tepat dan membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.

Saat ini, tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana sejumlah aktivitas masyarakat di sektor ekonomi, pendidikan dan sosial budaya bisa dibuka kembali di masa pandemi ini dengan aman dan terkendali. Tujuannya antara lain, agar perekonomian nasional bisa bergerak, peserta didik terlepas dari ancaman learning loss dan masyarakat bisa beraktivitas dengan norma-norma baru yang berlaku," jelas Rerie.

Untuk menjawab sejumlah tantangan itu, tegas Rerie, dibutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa hingga tingkat keluarga dalam mematuhi dan menjalankan sejumlah kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

Apalagi, ujarnya, dengan beberapa kelebihan dan kekurangan dari strategi pengendalian Covid-19 di tanah air, sejumlah kalangan memperkirakan Indonesia masih berpotensi menghadapi ancaman puncak gelombang ketiga penyebaran Covid-19.***

wwwwww