Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
21 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
22 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
22 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
21 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
23 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Beregu Campuran Piala Sudirman XVII/2021

Indonesia Tertinggal 1-2, Ginting Minta Maaf

Indonesia Tertinggal 1-2, Ginting Minta Maaf
Anthony Sinisuka Ginting (Dok. NOC Indonesia)
Rabu, 29 September 2021 18:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
VANTAA - Tim Nasional (Timnas) Bulutangkis Indonesia tertinggal 1-2 sehubungan kegagalan Anthony Sinisuka Ginting menyumbangkan poin pada pertandingan terakhir penyisihan Grup C Turnamen Bulutangkis Beregu Campuran Piala Sudirman XVII/2021. Melawan Anders Antonsen. Ginting takluk 9-21, 15-21.

Berbekal rekor pertemuan menang 4-0 atas Antonsen, ternyata tidak mudah bagi wakil Merah-Putih untuk menang lagi. Antonsen yang bertarung di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Rabu (29/9/2021) siang, justru tampil bebeda dan jauh lebih siap.

"Kali ini dia bermain lebih aman, dari awal sampai akhir Antonsen jarang membuat kesalahan. Dia juga tidak gampang mati sendiri," tutur Ginting usai pertandingan.

Menurutnya. serangan-serangannya tidak bisa tembus. Sementara dengan shuttlecick yang cenderung berat, lawan yang saat ini berada di rangking ketiga dunia, malah bisa lebih mengambil tempo permainan.

"Harus diakui, lawan memang lebih baik. Semua pemain, termasuk saya, tentu ingin menang. Tetapi kali ini Antonsen menang dan harus diakui dia lebih baik penampilannya dibanding saya," kata Ginting, peraih perunggu Olimpiade Tokyo.

"Tadi dari sisi permainan, Antonsen lebih baik. Saya sudah mencari berbagai cara untuk mendapatkan poin, tetapi tidak berhasil. Dia memang lebih baik," sebut Ginting lagi.

Karena gagal mempersembahkan poin bagi Indonesia, pemain rangking lima dunia ini pun meminta maaf. "Maaf saya tidak bisa menyumbangkan angka untuk tim Indonesia," ujar Ginting.

Menurut kepala pelatih Hendry Saputra Ho, kekalahan anak asuhannya karena penampilannya memang kurang maksimal. Performa Ginting tidak seperti yang diharapkan.

"Gampang mati sendiri. Dia juga belum bisa bermain lebih ulet dan sabar dalam pertandingan tadi. Ginting bisa saya katakan belum siap dalam segala pola permainan. Penampilannya kurang siap dan tuntas. Saat adu reli, dia malah mati sendiri," sebut Hendry.

"Kekalahan ini memang tidak enak. Tetapi ini malah bagus bagi Ginting untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Saya yakin Ginting akan makin siap di pertandingan selanjutnya," tambah Hendry. ***

wwwwww