Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Wacana Duet Airlangga-Ganjar, Pengamat: Akan Layu Sebelum Berkembang

Wacana Duet Airlangga-Ganjar, Pengamat: Akan Layu Sebelum Berkembang
Ilustrasi pasangan Airlangga- Ganjar Pranowo. (Foto: GoNews.co)
Senin, 04 Oktober 2021 15:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wacana menduetkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato dengan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo, diprediksi tidak akan efektif hingga pemilu 2024 mendatang. Demikian diungkapkan Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, Senin (4/10/2021) di Jakarta.

"Duet Airlangga-Ganjar tampaknya akan sulit mendapat perahu, selain Golkar. Karena itu, ada kemungkinan duet ini akn layu sebelum berkembang," ujarnya kepada GoNews.co.

Sebelumnya, Relawan Poros Wichan berencana bakal mendeklarasikan pasangan Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo untuk maju pada Pilpres 2024. Menurut Ritonga, Duet Airlangga - Ganjar memang potensial untuk diusung pada Pilpres 2024. Sebab, Airlangga punya perahu Partai Golkar yang memiliki kursi terbanyak kedua di Senayan.

"Partai Golkar di atas kertas cukup mengajak satu partai menengah untuk dapat mengusung duet Airlangga-Ganjar. Dilain pihak, Ganjar dengan elektabilitas relatif tinggi dapat menjadi pundi-pundi suara. Setidaknya Ganjar dapat menutupi jebloknya elektabilitas Airlangga," tandasnya.

Masalahnya kata Dia, duet ini memang tak sebanding dalam elektabilitas. Ganjar kemungkinan elektabilitasnya masih bisa dikerek, sementara Airlangga tampaknya sudah mentok.

"Airlangga dengan posisi Ketua Umum Golkar dan menjabat menteri seharusnya punya elektabilitas yang relatif tinggi. Tapi realitasnya, hasil survei dari lembaga survei yang kredibel, elektabilitas Airlangga sangat rendah. Ini artinya, nilai jual Airlangga memang rendah. Jadi, meskipun dikampanyekan secara intens, elektabilitas Airlangga tampaknya tidak akan naik signifikan," paparnya.

Karena itu, duet Airlangga-Ganjar akan sulit dilirik partai lain. Sebab, peluang untuk menang akan kecil pada Pilpres 2024. "Partai politik tentu akan mengusung pasangan yang berpeluang menang. Duet Airlangga-Ganjar di atas kertas tampaknya tidak memenuhi hal itu," pungkasnya.***

wwwwww