Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  SEA Games

Gara-gara Pil Covid-19 Buatan Merck, Saham Moderna dan Pfizer Tumbang

Gara-gara Pil Covid-19 Buatan Merck, Saham Moderna dan Pfizer Tumbang
Ilustrasi Pil Covid. (Foto: Istimewa)
Rabu, 06 Oktober 2021 00:25 WIB

JAKARTA - Hasil positif dari uji coba pil Covid-19 buatan perusahaan Merc & Co's (MRK.N) mengalami lonjakan harga saham sekaligus membuat saham-saham perusahaan pembuat vaksin bertumbangan.

Saham Merck naik 12,3 persen dan mencapai angka tertinggi sejak Februari 2020 setelah pil molnupiravir memperlihatkan data uji coba yang berhasil mengurangi risiko kematian atau rawat inap pasien Covid-19. Para ahli menilai kabar ini sebagai sesuatu yang sangat menggembirakan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Di saat yang sama saham perusahaan pembuat vaksin seperti Moderna, Pfizer dan BioNTech SE bertumbangan. Sejumlah pengamat mengatakan obat minum yang bisa dikonsumsi di rumah mengubah persepsi publik tentang Covid-19.

"Kami melihat saham perusahaan vaksin seperti Moderna terpukul jika pasar menilai orang akan tidak lagi khawatir dengan Covid-19 dan tidak merasa harus divaksin jika ada obat pil yang bisa menyembuhkan Covid-19," ujar analis Michael Yee, seperti dilansir laman Reuters, Senin (4/10).

Saham Moderna anjlok 13 persen dalam perdagangan Jumat lalu, sementara Pfizer yang juga sedang mengembangkan pil Covid-19, jatuh 1,3 persen dan saham BioNTech di As turun 11 persen.

Saham perusahaan vaksin Covid-19 lainnya juga terpuruk. AstraZeneca turun 2 persen dan Novavax jatuh 16 persen.

"Kita melihat molnupiravir sebagai obat minum menjadi faktor yang mengubah keadaan, tidak hanya dalam paradigma Covid-19 tapi juga dalam hal potensi pencegahan," kata analis Piper Sandler, Christopher Raymond.

Merck yang saham sebelumnya mencapai 9 persen, memimpin dalam proses pengembangan obat oral pertama untuk Covid-19. Pesaingnya Pfizer dan perusahaan Swiss Roche Holding AG dan Atea Pharmaceuticals Inc kini tengah menggelar uji coba tahap akhir dari obat pil mereka. Saham Atea melonjak 19 persen.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww