Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Di Rapimnas DJP Kemenkeu, Zudan: Kultur Kerja Dukcapil telah Beralih ke Digital

Di Rapimnas DJP Kemenkeu, Zudan: Kultur Kerja Dukcapil telah Beralih ke Digital
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah dalam rapat DJP Kemenkeu di Yogyakarta, Jumat (08/10/2021). (foto: tim media dukcapil/rio)
Minggu, 10 Oktober 2021 13:51 WIB
YOGYAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh saat menghadiri undangan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) di Yogyakarta, Jumat (08/10/2021) menyatakan, Kemendagri telah berhasil mengubah budaya ASN Dukcapil dari kerja manual ke digital.

Mengutip rilis yang diterima GoNEWS.co, Minggu (10/10/2021), berhasilnya inovasi tanda tangan elektronik atau digital signature diterapkan di seluruh Indonesia menjadi salah satu potret perubahan budaya kerja ke budaya kerja digital.

Sebelumnya, berbagai dokumen kependudukan hanya dapat diterbitkan setelah dilakukan tanda tangan basah dan cap, sehingga pelayanan Dukcapil sering kali terhambat oleh faktor ruang dan waktu.

"Dulu, layanan Dukcapil itu bisa lambat sekali karena terhambat apabila pejabat setempat melakukan berbagai rapat di luar kantor," ungkap Zudan.

Akhirnya, lanjut Zudan, pada akhir tahun 2019, Dukcapil se-Indonesia bersepakat menerapkan inovasi tanda tangan elektronik untuk menghilangkan hambatan-hambatan tersebut melalui penerapan tandatangan digital.

"Waktu itu, dengan tanda tangan elektronik kami memiliki cita-cita bagaimana kantor Dinas Dukcapil itu sepi, tidak ramai orang, namun pekerjaannya selesai semua," kata Zudan.

Meski demikian, dalam perjalanannya penerapan inovasi tanda tangan elektronik tentu tidak serempak. Ada beberapa daerah yang terhambat beberapa faktor, seperti minimnya infrastruktur, jaringan, hingga ketidakmampuan untuk mengoperasikan komputer.

Selain itu, muncul juga berbagai reaksi negatif dari kalangan-kalangan yang tidak siap untuk mengadaptasi kultur digital. Reaksi-reaksi tersebut berkutat seputar definisi bekerja yang selalu diasosiasikan dengan suatu bentuk ruang seperti kantor.

"Oleh karena itu, kami terus lakukan pembinaan untuk mendorong mereka yang tidak mampu mengadaptasi kultur digital. Untuk berbenah, di Dukcapil ini hanya ada dua, yaitu anda mampu dan anda mau. Bila belum mampu, maka akan kami bina. Bila tidak mau, maka kami ganti," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DI Yogyakarta
wwwwww