Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  PON

Hari Santri Nasional, Gus Hilmy: Santri Wajib Emban Amanat Kebangsaan

Hari Santri Nasional, Gus Hilmy: Santri Wajib Emban Amanat Kebangsaan
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Hilmy Muhammad dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Jum'at, 22 Oktober 2021 20:37 WIB
DI YOGYAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Hilmy Muhammad dalam acara Sarasehan Pengasuh Pondok Pesantren Kabupaten Bantul di Institut Ilmu Qur'an (IIQ) an-Nur, Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta, Jumat (22/10/2021) mengungkapkan, santri tidak hanya mengemban tanggungjawab keagamaan tapi juga mengemban tanggungjawab kebangsaan.

Dalam sarasehan yang digelar di tengah suasana peringatan Hari Santri Nasional itu, Gus Hilmy-sapaan akrab Hilmy menuturkan, peringatan Hari Santri Nasional memiliki sejarah dimana gelora resolusi jihad berbuntut pada peran santri dalam melawan penjajah.

"Bicara pesantren, dengan demikian tidak sekadar upaya mencerdaskan santri, tapi mempersiapkan mereka guna menghadapi tantangan global dan peradaban dunia, dengan tidak kehilangan identitas mereka sebagai muslim Indonesia," kata Hilmy dikutip GoNEWS.co dari rilisnya, Jumat (22/10/2021).

Lebih lanjut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut menyatakan, santri dalam pengertian yang lebih luas adalah murid kiai. Jadi siapa pun yang memiliki panutan atau teladan kepada kiai, maka dia adalah santri.

"Baik itu dia sebagai pedagang, buruh, tani, birokrat, dan siapa pun yang memiliki kedekatan dan keterikatan dengan kiai, maka berhak menyebut dirinya sebagai santri. Maka dia hari ini berhak merayakan Hari Santri," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hilmy menyampaikan kunci bagi santri dalam mengemban amanat kebangsaan. "Pertama, bila sepakat bahwa ‘NKRI Harga Mati’ dan ajaran 'Hubbul Wathan Minal Iman', maka kita harus menerima negara ini dengan utuh, tulus, dan bagaimana kita mengelaborasikannya dalam dalam kurikulum dan pengajarannya di pesantren. Kedua, santri harus berani. Jadi selain rendah hati (tawadlu'), jujur (shidiq), tanggungjawab (amanah), santri juga harus diajari tentang keberanian (syaja'ah). Dengan demikian, santri tidak hanya punya bekal pengetahuan, tapi juga kuat mental menghadapi persaingan dan percaturan global," katanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, Nusantara, DI Yogyakarta
wwwwww