Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
2 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
2 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Voli

Polri Minta Anggota Humanis saat Respons Kritik di Medsos

Polri Minta Anggota Humanis saat Respons Kritik di Medsos
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 22 Oktober 2021 08:00 WIB

JAKARTA - Mabes Polri menegaskan bahwa setiap jajaran harus bertindak humanis dalam merespons kritik dari masyarakat di media sosial. Semua harus dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Beberapa waktu belakangan, Polri disorot karena ada anggotanya yang menanggapi kritik warga dengan keras di media sosial. "Kami telah diberikan petunjuk, arahan dalam merespon apakah merespon kritik, merespon jawaban masyarakat, kami harus merespon dengan humanis," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Ramadhan tidak menyinggung kasus tertentu terkait sikap anggota polisi di media sosial. Dia hanya menekankan bahwa Polri memiliki standar operasional prosedur (SOP).

Jika ada yang bertindak tidak humanis, kata Ramadhan, maka dia disebut sebagai oknum karena tidak patuh pada SOP. "Sekali lagi, ketika ada oknum, itu di luar dari SOP yang berlaku. Jadi prinsipnya, kami harus memberikan respon dengan humanis," kata Ramadhan.

Sebelumnya, akun resmi Humas Polda Kalteng mencecar dan meminta salah seorang netizen untuk datang ke kantor. Netizen yang dimaksud menggunakan kata 'mampus' saat mengomentari konten mengenai mutasi Aipda Monang Parlindungan Ambarita. Percakapan ini terungkap dari beberapa gambar tangkapan layar yang diunggah akun @salimvanjav di Twitter.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Kombes Pol K. Eko Saputro mengaku telah menegur anggota yang menjadi admin akun Humas Polda Kalteng.

Menurutnya, anggotanya itu sedang dalam keadaan labil. Ia mengingatkan agar anggota kepolisian harus selalu menerima kritik dari masyarakat. "Mungkin anggota saya labil, karena belum ini, saya tegur tidak boleh seperti itu. Kalau di media sosial harus yang sopan, harus selalu menerima kritik dari masyarakat," tutur Eko.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww