Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Beladiri

Direskrimum Polda Maluku Diperiksa soal Dugaan Pemerasan

Direskrimum Polda Maluku Diperiksa soal Dugaan Pemerasan
Ilustrasi. (net)
Sabtu, 23 Oktober 2021 00:52 WIB

JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku Kombes SH tersangkut kasus dugaan pemerasan pengusaha asal Surabaya, berinisial AY. Kombes SH pun telah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

"Pemeriksaan sudah dilakukan terhadap SH. Diperiksa dua kali, dua minggu yang lalu," kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Mohamad Roem Ohoirat, Jumat (22/10).

Roem menyerahkan kasus dugaan pemerasan Kombes SH kepada Divisi Propam Polri. Diketahui Kombes SH dilaporkan istri kontraktor Gabriel Tirajoh Natalia. "Biarlah bidang propam yang menentukan," ujarnya.

Namun, Roem tak merinci hasil pemeriksaan terhadap Kombes SH. Menurutnya, kasus yang menjerat Kombes SH menjadi atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena termasuk pidana. "Jadi tidak ada tebang pilih, semua kasus itu atensi dan tidak ada kasus yang dipila-pila," katanya.

Lebih lanjut, Roem mengatakan AY sendiri diduga terjerat sejumlah kasus penggelapan dan penipuan. Pertama terkait laporan polisi soal kerugian negera senilai Rp40 juta pada Desember 2020.

Kedua, laporan polisi nomor B360/12/2020/SPKT/2020/ dengan kerugian negara senilai Rp6,4 miliar. Ketiga nomor 71/II/2021/Maluku/ SPKT/ tanggal 1 Februari 2021 dengan kerugian negara senilai Rp735 juta.

Keempat, laporan polisi B72/III/2020/TGL/2/MARET/2020/ terlapor dengan kerugian negara senilai Rp415 juta. Terakhir, laporan polisi B361/12/2020/SPKT/30/12/2020/. Penyidik pun telah menetapkan AY dan istrinya GN sebagai tersangka.

Dugaan pemerasan Kombes SH terungkap setelah istri AY, GN melaporkan ke Mabes Polri. Ia mengaku suaminya kerap kali dimintai sejumlah uang oleh SH. "Kalau uang untuk bayar tempat inap, tiket pesawat pulang pergi penyidik saat turun meninjau proyek lampu jalan di Namlea, Buru, Maluku," kata Gabriel saat dihubungi, Jumat, (22/10).

"Kalau hitung-hitung sudah ratusan juta dikasih ke dia, dia seorang polisi, sepantasnya melindungi masyarakat bukan memeras masyarakat," ujarnya menambahkan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta, Maluku, Maluku Utara
wwwwww