Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PKS Ogah Bantu Anies Cari Momentum Buat Pilpres 2024

PKS Ogah Bantu Anies Cari Momentum Buat Pilpres 2024
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 23 Oktober 2021 00:42 WIB

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak memiliki rencana untuk membantu Anies Baswedan mencari momentum untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 usai lengser dari kursi Gubernur DKI Jakarta pada 2022 mendatang.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera beralasan Anies merupakan sosok spesial yang diyakini bakal memiliki momentum sendiri. "Pandangan saya Mas Anies, akan punya momentum sendiri. Nggak usah dibuatkan. Karena memang kapasitas beliau spesial ya," kata Mardani, Jumat (22/10).

PKS diketahui merupakan salah satu partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 bersama Gerindra. Keduanya didukung tiga partai lain, yakni PAN, Perindo, dan Idaman.

Lolos di putaran pertama, Anies-Sandi mengungguli pasangan Ahok-Djarot di putaran kedua. Anies-Sandi unggul dengan mengantongi 57,92 persen suara atau selisih hampir 15 persen suara dari Ahok-Djarot dengan 42,08 persen versi real count KPU.

Meski dinilai berperan membawa Anies ke kursi DKI 1, Mardani menyebut partainya tak mau jumawa. Ia bilang, pengorbanan bagi PKS adalah satu hal yang biasa. Dia menyebut partainya bukan pemburu kekuasaan.

"Jadi kalau pada titik tertentu berkorban biasa. Dulu pilkada DKI juga begitu. Yang jelas PKS bukan jenis pemburu kekuasaan. Dia pemburu manfaat buat rakyat," katanya.

Berniat untuk tak lagi membantu Anies, Mardani mengatakan partainya kini akan fokus menyiapkan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-jufri untuk 2024. Menurut dia, keputusan menyiapkan Salim Segaf di 2024 telah menjadi keputusan Dewan Syuro.

Di sisi lain, Mardani menyarankan Anies agar fokus menyelesaikan masa kepemimpinannya di DKI. Ia mengingatkan Anies agar tak terlalu menanggapi dukungan dan deklarasi oleh para relawan. Bukan menolak, kata Mardani, namun ia ingin Anies fokus di tahun terakhirnya memimpin DKI.

"Jangan terlalu menanggapi deklarasi-deklarasi ini. Bukan berarti menolak. Itu sih hak relawan. Mas Anies fokus aja ngurus Jakarta," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww