Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Nasional

90an Persen Produk E-Commerce Disebut Masih Impor, DPD Dorong Penguatan UMKM

90an Persen Produk E-Commerce Disebut Masih Impor, DPD Dorong Penguatan UMKM
Ilustrasi e-commerce. (gambar: ist./indianretailer)
Minggu, 24 Oktober 2021 06:12 WIB
KUNINGAN - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam kunjungannya di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021) menyampaikan perhatiannya pada daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di pasar daring atau e-commerce.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kata LaNyalla, transaksi e-commerce sepanjang 2020 mencapai Rp253 triliun dan diperkirakan bisa mencapai Rp337 triliun pada 2021. Sayangnya, 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce Indonesia adalah produk impor.

"Platform e-commerce itu seakan dikuasai oleh produk impor. Maka, saya menilai penting untuk meningkatkan dan memperkuat kemampuan UMKM kita agar berdaya saing yang akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian nasional," kata LaNyalla dikutip dari rilisnya, Minggu (24/10/2021).

LaNyalla yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Jawa Timur itu berpandangan, UMKM di luar negeri seperti China lebih siap dalam memasuki ekosistem ekonomi digital yang sudah merambah pasar global.

"Ini merupakan tantangan yang besar. UMKM di Indonesia harus memiliki kesadaran dan terus-menerus diberikan edukasi dan peningkatan kapasitas dalam produksi, baik SDM maupun kualitas produk," tegas LaNyalla.

Menurutnya, salah satu kelemahan pelaku UMKM dalam negeri adalah masih banyaknya pelaku UMKM yang belum memiliki kemampuan dan pengetahuan digital yang cukup. Meskipun pelaku UMKM milenial telah ada yang merambah pasar internasional melalui kanal media sosial seperti Instagram dan Facebook, namun persentase mereka masih kecil dibanding dengan UMKM konvensional.

"Pelaku UMKM perlu dibekali dengan pemahaman keuangan secara profesional dan akses pembiayaan serta pengelolaan yang profesional untuk merambah pasar ekspor," papar LaNyalla.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Nusantara, Jawa Barat
wwwwww