Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Voli

TV India Soroti Proyek Kereta Cepat: Pinjaman Tersembunyi China Menguras Keuangan Indonesia

TV India Soroti Proyek Kereta Cepat: Pinjaman Tersembunyi China Menguras Keuangan Indonesia
Tangkap layar Video televisi India.
Sabtu, 30 Oktober 2021 10:00 WIB
JAKARTA - WION (World is One News), saluran TV multinasional berbahasa Inggris yang berkantor di New Delhi - India menyoroti hutang negara-negera di dunia kepada China.

"165 negara berutang setidaknya $385 miliar kepada China. Tapi, dunia hampir tidak tahu tentang pinjaman ini. "Utang tersembunyi" ini bisa memicu krisis ekonomi.", demikian penjelasan WION di channel youtubenya, 20 Oktober 2021.

News anchor WION, Palki Sharma juga menyinggung utang tersembunyi Indonesia ke China, termasuk penggunaan dana APBN untuk proyek kereta cepat yang menjebak.

Presenter TV India ini mengatakan:

"China telah meminjamkan milyaran dolar kepada pemerintah di seluruh dunia. Banyak dari pinjaman ini diberikan secara rahasia.
Mereka menyebutnya pinjaman tersembunyi dari China, dan menguras keuangan para peminjamnya.

Pinjaman tersembunyi melukai semua negara ini. Saya berikan contoh Indonesia. Indonesia akan membangun jalur kereta api cepat dengan meminjam uang dari China, ide yang sangat buruk. Proyek ini dimulai tahun 2015, 6 tahun kemudian biayanya melonjak menjadi 8 miliar dolar lebih dari semula 4,5 miliar dolar.

Hampir dua kali lipat dari kesepakatn awal. Lalu apa yang dapat dilakukan? Anda tak bisa menghentikan proyek di tengah jalan. Jadi Indonesia merogoh APBN untuk membiayai proyek kereta cepat. Dan ini bisa jadi awal masalah!".***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Basket, DKI Jakarta
wwwwww