Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
5
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
6
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Syarief Hasan Dorong BPK dan KPK Segera Audit Perusahan yang Bisnis PCR

Syarief Hasan Dorong BPK dan KPK Segera Audit Perusahan yang Bisnis PCR
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan. (Foto: Istimewa)
Selasa, 02 November 2021 17:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong BPK RI atau KPK untuk melakukan audit dan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan yang berbisnis PCR Test. Pasalnya, PCR Test yang dijadikan lahan bisnis tersebut menyebabkan Rakyat dirugikan sehingga kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia.

Syarief Hasan menilai, Pemerintah harus segera mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia. "Banyak masyarakat yang mulai tidak percaya dengan munculnya perusahaan-perusahaan yang berbisnis PCR Test. Karena itu, Pemerintah harus mengembalikan kepercayaan terserbut dengan melakukan audit yang melibatkan BPK RI," ungkap Syarief, Selasa (2/11/2021).

Syarief Hasan juga mengingatkan kepada pejabat publik agar tidak terlibat dalam bisnis-bisnis tersebut. "Pejabat publik tidak seharusnya terlibat atau memberikan keleluasaan kepada perusahaan yang berbisnis PCR Test tersebut yang berpotensi sulit diakses harganya oleh masyarakat," ungkap Syarief Hasan.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menyebut, BPK RI harus melakukan audit tersebut harus dilakukan secara menyeluruh. "BPK RI harus melakukan audit menyeluruh, mulai dari sistem penunjukan perusahaan, penentuan harga yang disampaikan ke masyarakat, hingga keuntungan yang diraihnya dsb," tegasnya.

Tak hanya itu, Syarief Hasan juga menyebutkan, BPK RI juga perlu melakukan audit terhadap pemegang saham dari perusahaan tersebut. "Audit terkait siapa pemegang saham dari perusahaan-perusahaan yang berbisnis PCR Test tersebut penting dilakukan untuk melihat keterlibatan berbagai pihak di dalam perusahaan tersebut," tukasnya.

Syarief Hasan juga menegaskan, aparat hukum Jaksa Agung/KPK harus mengusut dan apabila terdapat unsur pidana ataupun perdata. "MK sudah mengabulkan sebagian muatan dari UU No. 2 Tahun 2020 sehingga jika memang ditemukan kerugian negara, atau itikad tidak baik dari mereka, atau melanggar peraturan perundang-undangan, aparat hukum dapat menggugat mereka, baik pidana maupun perdata," paparnya.

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mendorong Pemerintah untuk dapat terus menekan harga PCR Test yang masih terbilang tinggi. "Pemerintah harus menindak secara hukum perusahaan-perusahaan jika ditemukan monopoli pasar dan membuat harga PCR Test menjadi tinggi. Masyarakat kini tengah kesulitan di tengah Pandemi, terlebih dengan harga PCR Test yang masih sangat tinggi," pungkasnya.***

wwwwww