Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Beladiri

Prima Minta KPK Tindaklanjuti Investigasi soal PCR

Prima Minta KPK Tindaklanjuti Investigasi soal PCR
Ilustrasi PCR. (gambar: ist./shutterstock)
Kamis, 04 November 2021 15:27 WIB
JAKARTA - Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) melalui siaran resminya, Kamis (4/11/2021), meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti laporan investigasi salah satu media massa terkait dugaan adanya pejabat negara yang terlibat dalam bisnis tes PCR.

"Menurut kami, pejabat negara tidak boleh menggunakan kekuasaan untuk kepentingan bisnisnya sendiri, apalagi bisnis terhadap rakyat," kata Wakil Ketua Umum Prima Alif Kamal dikutip GoNEWS.co.

Sejak awal, kata Alif, Prima menolak dengan tegas adanya praktik oligarkis dalam siatem pemerintahan dan bernegara.

"Rakyat Indonesia sampai saat ini masih sangat prihatin akibat adanya pandemi Covid-19 yang menghajar sendi-sendi perekonomian dan kehidupannya. Rakyat masih berupaya untuk bertahan hidup dalam situasi yang tidak menentu. Tapi, ada segelintir orang dan pejabat negara malah mengambil untung dari kondisi memprihatinkan seperti ini. Sungguh ironis," kata Alif.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww