Kawan Erick: Ketua KPK Diduga Berpolitik
![]() |
| Kawan Erick di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 15 November 2021. (foto: ist. via rmol.id) |
Rabu, 17 November 2021 18:21 WIB
JAKARTA - Kordinator Kawan ERICK, Baby Herlina dalam suatu kesempatan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (15/11/2021) lalu menyatakan, rakyat tengah berkonsolidasi untuk menyelamatkan komisi anti rasuah dari pengaruh partai politik agar Harun Masiku bisa ditangkap, Hasto Kristiyanto dan Puan Maharani bisa diperiksa."Kawan ERICK saat ini sedang melakukan konsolidasi bersama sama rakyat Indonesia menyuarakan selamatkan KPK dari Ketua KPK yang diduga telah ikut berpolitik dan dipengaruhi oleh partai besar saat ini," ungkap Kordinator Kawan Erick, Baby Herlina dikutip dari Wartakota, Rabu (17/11/2021).Dalam lansiran itu, Kawan Erick mengkritisi penangkapan sejumlah politisi partai Golkar tapi sejumlah nama yang terkait dengan PDIP tak kunjung diperiksa. Harun Masiku juga belum ditangkap.Dari Golkar, ada mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang ditahan karena diduga menyuap penyidik KPK pada akhir September lalu. Ada Dodi Reza Alex Noerdin, anak dari Alex Noerdin yang ditangkap KPK. Dodi adalah Bupati Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan juga Ketua DPD Golkar Sumatera Selatan. Kemudian, Andi Putra ditangkap KPK Selasa (19/10/2021) dini hari.Sementara dari PDIP, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tak kunjung diperiksa. "Ketua KPK tidak tepati janjinya untuk mengusut tuntas kasus korupsi bansos Covid-19, sampai saat ini Puan tidak kunjung diperiksa," kata Baby."Sungguh miris melihat KPK saat ini. Kawan Erick berharap KPK segera tangkap Harun Masiku serta Periksa Hasto dan Puan, KPK jangan lagi tebang pilih kasus mega korupsi," sambung Baby.Sebagai pengingat, Harun Masiku adalah Buronan kasus dugaan suap terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan.Mengutip rmoljatim.id, dari kesaksian para tersangka kasus dugaan suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang ditangkap KPK, seharusnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjadi tersangka."Jika lihat kronologis suap KPU, mestinya Hasto (Sekjen PDIP) yang ditersangkakan KPK. Bukan Harun Masiku," kata Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule dalam lansiran berjudul 'Dari Kronologi Kasus Harun Masiku, Hasto Harusnya Jadi Tersangka'.Iwan Sumule lantas mengurai dugaannya itu. Dalam kasus ini, terangnya, Hasto Kristiyanto merupakan orang yang paling sering berurusan dengan KPU. Dia mengupayakan agar jatah suara yang diterima Nazaruddin Kiemas, caleg PDIP yang meninggal sebelum pencoblosan, dialihkan ke Harun Masiku.Pergunjingan suara ini terjadi di dapil Sumetara Selatan I, di mana oleh KPU kursi PDIP dari dapil tersebut diserahkan ke Riezky Aprilia yang meraih suara terbanyak kedua setelah Nazaruddin Kiemas.Kembali ke dugaan Iwan Sumule. Aktivis pergerakan ini masih ingat dengan pengakuan Wahyu Setiawan usai menjalani pemeriksaan KPK.Wahyu kala itu mengaku tidak kenal dengan Harun Masiku, tapi mengenal Hasto Kristiyanto. Sementara Hasto, sambungnya, sempat mengaku kenal dengan Saeful Bahri, salah satu tersangka lain dalam kasus ini. Saeful, kata Hasto, pernah menjadi stafnya saat duduk di DPR 2009 lalu."Jadi jelas sekali keterkaitan Hasto dalam kasus suap Wahyu Setiawan," terangnya."KPK mestinya menangkap Hasto, tapi tampak terburu-buru menetapkan Masiku jadi tersangka. Padahal yang tertangkap OTT adalah Saeful, orangnya Hasto," demikian Iwan Sumule.***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Sumber | : | RMOL, Wartakota |
| Kategori | : | Beladiri, Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta |











