Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021

Greysia/Apriyani Tak Bisa Keluar dari Tekanan

Greysia/Apriyani Tak Bisa Keluar dari Tekanan
Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Humas PP PBSI-Indonesia)
Jum'at, 19 November 2021 21:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution

NUSA DUA - Ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal ke semifinal Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021. Meskipun sudah berjuang keras, pasangan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 ini harus mengakui keunggulan lawan di babak perempatfinal.

Adalah duet non unggulan Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai, yang mengalahkan wakil tuan rumah tersebut. Dalam pertandingan yang mentas di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Jumat (19/11) malam, pasangan asal Negeri Gajah Putih itu menang dengan skor 18-21, 21-13, 21-19 dalam tempo 83 menit.

"Gim pertama kita memang bisa mendominasi. Tetapi pas gim kedua dan ketiga, sebenarnya kami coba mengganti strategi serangan, tetapi malah tertekan. Thailand lebih percaya diri dan tidak lengah, terutama Puttita. Penempatan shuttlecocknya selalu akurat," ujar Greysia usai bertanding.

Greysia mengatakan, dirinya dengan Apriyani sudah berupaya memperbaiki kelemahan dan menggunakan pola permainan yang direncanakan, tetapi tidak maksimal. "Desire-nya mau main sesuai yang diinginkan, tetapi malah balik lagi dan menguntungkan lawan," imbuh Greysia.

Apriyani mengakui pemain Thailand bermain tenang dan bisa menguasai pertandingan dari awal. "Thailand dapet banget mainnya. Kita tidak bisa keluar dari tekanan. Bola kita banyak menguntungkan Puttita yang tinggi," komentar Apriyani.

"Puttita jadi kunci kemenangan Thailand kali ini. Biasanya selalu error dalam pengembalian bola. Kalau Sapsiree memang fisiknya kuat, tahan main reli," imbuhnya. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww