Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
24 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
24 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
24 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021

An Se-Young Hanya Butuh 39 Menit Rebut Juara

An Se-Young Hanya Butuh 39 Menit Rebut Juara
An Se-Young. (Foto: Humas PP PBSI-Indonesia)
Minggu, 21 November 2021 19:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA - Pebulutangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-Young sukses meraih gelar juara di Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021. Dalam pertandingan final di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (21/11/2021). An yang menjadi unggulan keempat hanya butuh waktu 39 menit menumbangkan unggulan pertama asal Jepang, Akane Yamaguchi dengan skor 21-17, 21-19.

Kemenangan ini membuat An membayar lunas kekalahan dua kali beruntun dari Akane. Yakni di Prancis dan Denmark Terbuka lalu. Atas keberhasilan di Nusa Dua itu, An berhak atas uang hadiah sebesar 42.000 dolar AS dan Akane harus puas membawa pulang 20.409 dolar AS.

"Saya senang sekali bisa menang dan tidak cedera hingga akhir. Sudah lama tidak naik podium," komentar An tentang kemenangannya.

Dia mengaku, melawan Akane perlu strategi yang tepat. An pun sudah mempelajari dari turnamen sebelumnya.

"Saya belajar dari dua kekalahan sebelumnya. Kemenangan ini berkat saya mengetahui kekuatan dan kelemahannya," kata An.

Saat bertanding, An sudah langsung mendominasi dan menekan Akane melalui permainan cepat serta penempatan shuttlecock akurat depan net. Strategi ini adalah untuk membuka celah kelemahan lawan.

"Akane terlalu tangguh dalam bermain reli. Karena itu, saya hanya coba untuk menekan sejak awal," imbuhnya.

Usai kemenangan ini, An ingin beristitahat sejenak sebelum bermain lagi di turnamen berikut di SimInvest Indonesia Open. "Saya mau istirahat supaya di turnamen berikut lebih bugar dan siap tampil," ujar pemain kelahiran Gwangju, 5 Februari 2002. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww