Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
7 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Nasional

Di Konferensi Zakat Internasional, Baznas Paparkan Transformasi Digital Zakat Indonesia

Di Konferensi Zakat Internasional, Baznas Paparkan Transformasi Digital Zakat Indonesia
Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam Konferensi Internasional Zakat ke-5, Selasa, 22 November 2021. (gambar: tangkapan layar)
Selasa, 23 November 2021 23:54 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) Mokhamad Mahdum mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan kompetensi institusi Amil Zakat dalam transformasi pemanfaatan teknologi digital dalam mengumpulkan zakat dan melaporkan aktivitas pengelolaan zakat. Hal tersebut Ia ungkapkan dalam Konferensi Internasional Zakat ke-5 yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Selasa (22/11/2021).

Fundraising yang dilakukan Baznas RI, kata Mahdum, telah meliputi berbagai platform digital baik platform komersial, non komersial, maupun platform Baznas sendiri. Kesemuanya itu untuk meningkatkan capaian atas potensi zakat yang ada dan meningkatkan kepercayaan publik.

Dalam konferensi internasional tersebut, Mahdum mengungkapkan bahwa penelitian mencatat, pemanfaatan teknologi digital menjadi hal yang prioritas dalam kebiasaan manusia selama pandemi Covid-19. Kebiasaan orang-orang melakukan pembayaran melalui aplikasi online men-trigger kebiasaan dalam berdonasi.

Digitalisasi, kata Mahdum, selain memudahkan masyarakat juga bisa meningkatkan transparansi manajemen dan distribusi zakat, termasuk meningkatkan kepercayaan publik pada manajemen zakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI Noor Achmad menyatakan bahwa transformasi digital memungkinkan zakat infaq dan shadaqah bisa dilakukan kapanpun dan di manapun, begitu juga dengan distribusinya, bisa dilakukan di manapun.

Berbagai poin-poin penting mengenai transformasi digital ini, menurut Noor Achmad, membutuhkan kesepakatan bersama. Karenanya, "Saya berharap, melalui konferensi ini kita bisa mendapat kesepakatan untuk menggunakan teknologi digital dalam manajemen zakat,".

Turut hadir dalam Konferensi Internasional Zakat ke-5 yang mengangkat tajuk 'Transformasi Digital Zakat: Membangun Ketahanan dan Kesejahteraan Umat di Masa Covid-19' itu, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) Zainut Tauhid Saa'di.

Zainut mengungkapkan, Konferensi Internasional Zakat ke-5 merupakan even strategis dalam mendukung pembangunan nasional. "Dari kegiatan inilah kita bisa mendapatkan ide-ide visioner untuk masa depan pengelolaan zakat Indonesia,".

Konferensi gelaran Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas RI yang bekerjasama dengan 2 universitas di Indonesia itu, dinilai Kemenag sebagai langkah tepat untuk menarik para generasi muda dalam berpartisipasi mengembangkan tata kelola zakat di Indonesia.

"Dengan level kegiatan berkelas internasional maka ini sekaligus mempromosikan potensi zakat dan tata kelolanya kepada dunia internasional," kata Zainut.

Ia mengungkapkan, pemerintah telah dan terus berupaya memberi peran maksimal dalam mendukung filantropi Islam. Tahun 2020 - 2024 penguatan tata kelola zakat telah ditetapkan sebagai bagian dari rencana strategis Kemenag RI.

"Penguatan kelembagaan, transformasi digital, fasilitasi akses publik dalam menunaikan zakat dan penguatan pengawasan adalah sederet fokus yang tengah ditingkatkan. Semua ini agar potensi zakat bisa dicapai dan pemanfaatannya juga berdampak bagi pembangunan nasional," kata Zainut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww