Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Kriminal

Legislator PDIP Sebut alasan Tato Tak Relevan Putus Hubungan Kerja Security Avsec

Legislator PDIP Sebut alasan Tato Tak Relevan Putus Hubungan Kerja Security Avsec
Ilustrasi tato di lengan atas.. (foto: ist./pinterest)
Selasa, 23 November 2021 13:45 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta menyayangkan rencana pemutusan kerja para security Avsec. Hal itu Ia sampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (22/11/2021).

Rencana pemutusan kerja para security itu disebut karena para security memiliki Tato.

"Alasan bertato dan ada bekas tindik dalam situasi sekarang sementara mereka sudah bertato sejak lama, sebelum mulai bekerja. Sudah tidak relevan karena mereka sudah ada yang bertatto dan pernah bertindik pada saat awal menjadi Scurity Avsec, lagian tatonnya juga tidak terlihat ketika menggunakan seragam, masak gara-gara gambar burung kecil diengan tidak dilanjutkan ikatan kerjanya," kata Parta dikutip GoNEWS.co dari siaran resminya.

Sebelumnya, sejumlah security Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali datang ke rumah aspirasi menyampaikan bahwa mereka terancam tidak dilanjutkan kontaknya oleh Pihak PT Angkasa Pura Supports (APS), anak perusahan dari PT Angkasa Pura 1.

Para security itu resah karena adanya SE dari Angkasa Pura 1 sebagai pemberi kerja yang memuat syarat yang dipandang tidak adil yaitu tidak bertato dan bertindik. Padahal selama mereka bekerja 13 - 20 tahun lamanya, tato dan tindik tidak pernah disoal.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww