Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Anindya Diminta Aktif di Federasi Asia dan Dunia

Anindya Diminta Aktif di Federasi Asia dan Dunia
Raja Sapta Oktohari bersama pengurus PB PRSI.(Dok. NOC Indonesia)
Minggu, 05 Desember 2021 19:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA  - Peran ketua induk organisasi sangat penting dalam upaya meningkatkan prestasi. Untuk itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Bakrie  diminta aktif terlibat di federasi Asia dan Dunia.

Hal tersebut dikatakan Okto, sapaan karib Raja Sapta, dalam sambutannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PRSI 2021 di Hotel Courtyard by Marriot, Nusa Dua, Bali, Minggu (05/12). Okto hadir didampingi Komite Eksekutif NOC Indonesia Jadi Rajagukguk dan Direktur Hubungan Internasional NOC Indonesia Lilla Horvath.

“Saya minta Pak Anindya aktif di Federasi Asia dan Dunia. NOC Indonesia tak mau tanggung-tanggung mendorong federasi nasional tampil. Bukan untuk keren-kerenan, tetapi jika ada perwakilan maka kita dapat mengatur regulasi sebagai privilege tambahan untuk Indonesia,” kata Okto, Minggu (05/12).

Menurutnya banyak hal positif yang didapat jika PRSI aktif terlibat di federasi Asia dan Dunia. Terlebih, akuatik merupakan salah satu cabang olahraga mother of sports yang dipertandingkan di Olimpiade.

NOC Indonesia, dikatakan Okto, akan membuka jalan bagi PRSI jika berkenan terlibat di federasi Asia dan Dunia. Tak cuma itu, NOC Indonesia juga berencana untuk membangun relasi dengan NOC Hungaria untuk dapat membantu peningkatan prestasi atlet akuatik Indonesia.

“Kami memiliki relasi yang dekat dengan Presiden FINA Husain Al Musalam dan juga Presiden AASF HE Skehikh Klaid Mohammed Al Badr Al Sabah. Pekan depan, kami juga memiliki rencana bertemu NOC Hungaria untuk membahas kerja sama yang dapat kita bangun, dan renang dapat menjadi salah salah satu bagian yang masuk di dalamnya,” kata Okto.

“Kami tak cuma melakukan pendekatan ke NOC, tetapi juga internasional federation. Ini yang selalu NOC gencarkan agar indonesia tidak jadi jago kandang. Kalau tidak seperti ini, prestasi kita akan jalan di tempat.”

Selain itu, Okto juga berharap agar pengurus PB PRSI dapat lebih jeli dalam melihat nomor-nomor yang menjadi sanction atau diperhitungkan untuk dapat masuk Olimpiade. Ini merujuk dalam tema yang dibahas PRSI di Rakernas, yakni Akuatik Bangkit untuk Mengukir Prestasi pada Event SEA Games dan Asian Games 2022.

“SEA Games harus ditempatkan sebagai test event menuju Asian Games. Tapi, pengurus PRSI ke depan harus lebih jeli untuk nomor sanctioned karena itu dapat menjadi acuan kualifikasi menuju Olimpiade. Renang selama ini selalu memiliki wakil di Olimpiade, tetapi masih dari jalur wildcard. Ini tantangan agar bisa lolos kualifikasi karena Olimpiade menjadi multi event paling tinggi,” kata Okto.

Sementara itu, Anindya juga mengucapkan terima kasih kepada NOC Indonesia yang telah memperjuangkan renang masuk dalam daftar cabang olahraga DBON. Ia menyadari banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan PRSI demi meningkatkan prestasi akuatik.

“Satu sisi kami merasa kok bisa masuk DBON karena banyak cabor lain yang juga ingin masuk. Namun, kepercayaan ini perlu kami syukuri. Kami punya ambisi besar untuk bangkit dan mendorong pemerintah menyukseskan tepat pada Perayaan 100 Hari Kemerdekaan Indonesia Emas 2045. Kami berambisi membuat legacy,” kata Anindya.

Rakernas PB PRSI dibuka secara virtual oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Agenda ini berlangsung hingga Senin (06/12/2021). ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww