Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Rumah Pengungsi Semeru Dijarah Maling, Uang Jutaan Rupiah Hilang

Rumah Pengungsi Semeru Dijarah Maling, Uang Jutaan Rupiah Hilang
Suasana pembersihan rumah di kawasan yang terdampak erupsi Gunung Semeru. (Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Minggu, 12 Desember 2021 00:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LUMAJANG - Nasib nahas menimpa penduduk terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Belum usai keterpurukan mereka pascaterpaan awan panas dan material lahar dingin, kini warga menghadapi ancaman penjarahan dan pencurian.

Pelaku maling yang ditangkap pun dikeroyok massa. Salah seorang warga Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Suprayitno (55), kehilangan uang Rp2 juta. Tak hanya itu lima sertifikat rumah dan tanahnya juga nyaris digondol pencuri. "Sertifikat sama uang itu kan disimpan di lemari, uangnya hilang terus lima sertifikat jatuh berserakan di lantai," kata Suprayitno, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/12).

Hal serupa juga dialami Sunarko, warga Kamar Kajang. Sejumlah perabotan rumahnya seperti kompor, gas elpiji, setrika raib.

Ia mengatakan, pencuri memanfaatkan kondisi rumahnya yang sepi, saat dia dan keluarganya mengungsi ke tempat yang relatif lebih aman. Maling diduga masuk dengan cara mencongkel jendela rumahnya. "Jendela rumah saya dicongkel," kata Sunarko.

Belakangan, para relawan, anggota TNI dan penduduk Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro berhasil menangkap tangan pencuri ketika melakukan aksi penjarahan. Terungkap terduga pelaku merupakan warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Saat tertangkap, ia pun menjadi sasaran amuk warga.

Ketua RT/RW 05, Dusun Kamar Kajang, Pujiono mengatakan, modus yang dilakukan pelaku saat menjarah adalah memanfaatkan kondisi warga yang sedang sibuk untuk evakuasi.

Pria tersebut berpura-pura menjadi salah seorang saudara korban erupsi. Namun, warga sudah kadung mencurigainya selama tiga hari. "Dia enggak sadar selama tiga hari dia wira-wiri Kamar Kajang kalau saya amati. Terus ketahuan nyongkel jendela itu saya tangkap sama warga," ucapnya.

Oleh warga, pelaku pun diserahkan ke Polres Lumajang. Atas perbuatannya, dia terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

"Kasus ini masuk dalam kategori pencurian, ancaman paling lama 7 tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Fajar Bangkit Utomo.

Terpisah, Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Jawa Timur, AKBP David, mengaku mengerahkan anggotanya untuk melakukan patroli di rumah-rumah warga terdampak.

Hal itu ia lakukan setelah menerima permohonan bantuan dari Polres Lumajang, untuk mengantisipasi adanya penjarahan. "Upaya ini untuk mengantisipasi adanya orang luar untuk tidak memanfaatkan musibah yang sedang terjadi," ucapnya.***

wwwwww