Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Dilantik jadi Mustasyar PWNU Jabar, Ini Tausiah Kiai Maman

Dilantik jadi Mustasyar PWNU Jabar, Ini Tausiah Kiai Maman
Kiai Maman (kedua kiri) di sela acara Pelantikan PWNU Jawa Barat Periode 2021-2026 di Indramayu, Selasa, 15 Desember 2021. (foto: ist.)
Rabu, 15 Desember 2021 12:46 WIB
INDRAMAYU - Kiai Maman Imanulhaq dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Periode 2021-2026 di Pondok Pesantren Hidayatut Tholibin, Indramayu, Selasa (14/12/2021) kemarin, menegaskan kembali tradisi Islam ahlus sunnah wal jamaah (aswaja) dan Nahdlatul Ulama yang memiliki 4 poin penting.

Yang pertama, kata Kiai Maman, adalah menjadikan Islam sebagai energi untuk transformasi dan perdamaian.

"Islam adalah pedoman dalam kehidupan dan islam adalah kekuatan kita untuk melakukan upaya-upaya pembelaan terhadap nilai kemanusian," kata Kiai Maman sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari siaran resmi, Rabu (15/12/2021).

Yang kedua, Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini menyebut 2 ciri khusus dalam aswaja, pertama yakni tidak pernah mengkafirkan orang lain, menuduh yang lain sesat, tetapi justru aswaja punya tradisi dakwah yang merangkul bukan memukul, dakwah yang mengajak bukan mengejek. Tradisi aswaja juga mempunyai tradisi pentingnya sanad keilmuan sehingga seseorang tidak semena-mena mengatasnamakan agama lalu melakukan kekerasan, melakukan diskriminasi, bahkan terorisme.

"NU dengan prinsip aswajanya menekankan pentingnya dia berguru pada siapa, bagaimana sanad keilmuannya di mana pesantrennya dan bagaimana afiliasinya," pungkas Kiai Maman.

Yang ketiga adalan NU itu sendiri. NU menurut Anggota DPR RI Komisi VIII ini hadir di Indonesia ini untuk menjaga akidah aswaja, menekankan kembali komitmen hubbul wathon minal Iman, mencintai tanah air adalah komitmen dari keimanan. NU pun bergerak di seluruh bidang, tidak hanya bidang pendidikan namun juga ekonomi bahkan kebudayaan. Hadirnya pesantren-pesantren yang hampir 27 ribu, dengan 1,4 juta santri yang mukim dan penyebaran alumni itu mayoritas dimiliki NU.

"Dengan kekuatan itu NU pernah memiliki presiden, hari ini wakil presiden, menteri, gubernur, dan terutama kiai-kiai di tengah kampung yang terus menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan kecintaan terhadap Tanah Air," imbuh Kiai Maman.

Poin keempat adalah komitmen dalam mencintai Indonesia. Kiai Maman menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati yang harus dijaga. Dengan NKRI inilah pemeluk agama bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang, hak milik tiap individu terjaga, keselamatan jiwa terjaga, dan peradaban bangsa dapat tumbuh dan dilestarikan.

Di akhir tausyiahnya kiai Maman mengingatkan kembali kasus Herry Heryawan, predator seks dari Cibiru. Ia menegaskan bahwa kejadian mengenaskan itu tidak boleh terjadi lagi. Makanya, kata Kiai Maman, pesantren NU harus lebih selektif untuk membina para alumninya dan juga mengawasi gerak-geriknya termasuk masyarakat diminta untuk terus melakukan sinergitas dengan pesantren-pesantren yang ada. Kiai Maman yakin bahwa tidak ada satupun pesantren dan juga kiai NU yang akan melakukan kekerasan apalagi kekerasan seksual terhadap anak-anak yang justru menjadi tanggung jawabnya untuk diberi kasih sayang.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Kiai Maman juga dilantik sebagai Mustasyar PWNU Jawa Barat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww