Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
13 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Nasional

Menaker: Indonesia Bisa Jadi Negara Tua dan Miskin

Menaker: Indonesia Bisa Jadi Negara Tua dan Miskin
Ilustrasi tua dan miskin. (gambar: ist./kompas/jitet)
Kamis, 16 Desember 2021 15:21 WIB
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, Indonesia terancam menjadi negara tua dan miskin jika bonus demografi tak dimanfaatkan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Ida dalam acara Pelatihan Vokasi Award, Kamis (16/12/2021).

"Melihat berbagai tantangan ke depan, Indonesia terancam akan menjadi negara yang tua dan miskin bila kita tidak memanfaatkan peluang bonus demografi," kata Ida dikutip GoNEWS.co dari kumparan.com.

Bonus demografi ini, menurut Ida, harus disambut dengan peningkatan kualitas secara cepat. Pelatihan vokasi berbasis teknologi ia yakini mampu mendorong lahirnya banyak tenaga kerja yang terampil.

Ida mengatakan, para pekerja ke depan harus siap menjadi tenaga kerja yang belajar dan terbiasa mengembangkan diri sepanjang hidup. Di samping mesti fleksibel memanfaatkan ruang dan waktu untuk mengasah kemampuan secara terus menerus.

Demi mewujudkan itu, kata Ida, investasi yang saat ini terus digenjot pemerintah memiliki peranan penting. Baik dalam menyiapkan tenaga kerja, maupun dalam menjaga pertumbuhan ekonomi agar ancaman yang dikatakan Ida tersebut tidak terjadi.

"Investasi membuka lapangan kerja, memperbesar peluang alih teknologi dan pengetahuan. Investasi memperkuat kualitas SDM, investasi mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Menaker Ida Fauziyah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww