Jokowi Dijadwalkan Luncurkan Badan Hukum Baru BUMDesa dan BUMDesa Bersama
![]() |
| Ilustrasi. (gambar: ist./desabisa) |
Siaran resmi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) yang diterima GoNEWS.co di Batang, Jawa Tengah menyebut, upaya penguatan ekonomi desa dimulai dari UU 32/2004 tentang pemerintahan daerah, disusul dengan UU 6/2014 tentang desa hingga tercatat sebanyak 57.288 BUMDesa/Bersama sampai 2021.
Tapi, ketiadaan status badan hukum selama ini menyulitkan BUMDesa/Bersama untuk meluaskan kerjasama bisnis dengan entitas badan hukum lain, seperti PT, koperasi, BUMN, BUMD. BUMDesa/Bersama juga sulit mengakses kredit berbankan maupun skema insentif kredit pemerintah.
Kini, halangan usaha BUMDesa/Bersama terkikis dengan terbitnya sertifikat nomor badan hukum BUMDesa. UU Cipta Kerja menegaskan BUMDesa sebagai badan hukum, diejawantahkan pada PP 11/2021 tentang BUMDesa yang didetilkan dalam Permendesa PDTT 3/2021 dan 15/2021 (transformasi UPK eks PNPM MPd menjadi BUM Desa Bersama), serta Permenkumham 40/2021 perihal sertifikat badan hukum BUM Desa/Bersama.
"Lebih dari 1.600 BUMDesa/Bersama mendapat sertifikat badan hukum pada 20 Desember 2021, dan segera menyusul hingga lebih dari 28.000 BUMDesa/Bersama yang telah mendaftarkan lewat Kemendesa PDTT bersama Kemenkumham," kutipan siaran resmi tersebut.
Turunan UU Cipta Kerja bahkan meluaskan ruang usaha BUMDesa/Bersama. PP 5/2021 membuka izin BUMDesa atas penggunaan sumber daya air, serta pemanfaatan bagian jalan tol dan non tol. PP 19/2021 memudahkan BUMDesa untuk memiliki dan mengeluarkan aset bangunan dan lahan. PP 23/2021 meluaskan usaha BUMDesa untuk penggunaan kawasan hutan, usaha pengolahan hasil hutan, serta pengolahan kayu bulat skala kecil. PP 29/2021 membuka usaha BUMDesa untuk pengelolaan pasar rakyat. PP 30/2021 membuka kerja sama BUM Desa untuk uji tipe kendaraan bermotor, serta penyelenggaraan terminal.
Mengingat petingnya sejarah baru munculnya badan hukum publik (bukan privat) di desa-desa ini, serta membesarnya peluang investasi desa-desa mulai tahun depan (dari modal awal BUMDesa Rp4,1 triliun dan BUMDesa Bersama hasil transformasi UPK eks PNPM MPd Rp12,7 triliun).***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Sumber | : | Rilis |
| Kategori | : | PON, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta |













