Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
6 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sudirman: Munas Muaythai Indonesia Sudah Sesuai AD/ART

Sudirman: Munas Muaythai Indonesia Sudah Sesuai AD/ART
Ketua Umum PB MI periode 2021-2025, Sudirman saat memberikan sambutan pada Munas Muaythai Indonesia. (Dok. PB MI)
Rabu, 22 Desember 2021 20:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum PB MI terpilih Sudirman untuk periode 2021-2025 mengatakan Musyawarah Nasional (Munas) Muaythai Indonesia yang digelar di Hotel Amaris Subang, Jawa Barat, Rabu (22/12/2021) sudah sah karena digelar sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Padahal, KONI Pusat sudah meminta penundaan pelaksanaan Munas Muaythai Indonesia tersebut.

"PB MI sudah menjalankan Munas Muaythai Indonesia sesuai prosedur meskipun pak Sekjen berpegang teguh terhadap surat yang dikeluarkan KONI Pusat untuk menunda Munas Muaythai Indonesia. Dan, kami akan segera melaporkan hasil Munas kepada KONI Pusat dan KOI serta Kemenpora," katanya. 

Menurut Sudirman, Munas sudah diagendakan itu dihadiri 24 Pengprov MI secara offline dan 8 Pengprov MI lainnya dengan online. "Saya terpilih secara aklamasi dengan dukungan 24 Pengprov MI secara offline dan Pengprov MI ada yg online," tegasnya. 

Ketika ditanyakan tentang alasan KONI Pusat tidak mengakui Munas MI karena adanya masalah hukum, kata Sudirman, itu bukan menjadi alasan. Sebab, posisinya masih terlapor dan juga ada mekanisme yang seharusnya dilalui dengan penyelesaian secara internal. 

"Harusnya masalah ini bukan langsung dibawa ke Puspom AD tetapi diselesaikan secara internal dan melalui KONI Pusat atau BAORI. Ini kan sesuai dalam aturan di dunia olahraga," jelasnya. 

Dia juga mengakui dirinya memang dilaporkan atlet ke Puspom AD. Namun, dia memaklumi karena atlet tidak pernah memahami apa yang telah dilakukannya dalam upaya membangun prestasi Muaythai Indonesia.

"Saya memahami ketidakpahaman mereka. Perlu diketahui PB MI itu melaksanakan pelatnas lebih awal waktu menghadapi SEA Games 2017 dan SEA Games 2019. Kita selalu mulai pelatnas sejak Januari dan baru mendapat restu dari Kemenpora itu pada bulan Juli. Praktis, dana pelatnas dari Januari sampai Juli itu menjadi tanggungan PB MI. Dan, kita menyadari bahwa cabang olahraga Muaythai baru berkembang makanya tidak pernah mempermasalahkannya. Yang pasti, saya ikhlas menjalankannya," ungkap Sudirman. ***

wwwwww