Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  SEA Games

Epicenter Pede Perkenalkan Microchip yang Bisa Menyimpan Data Sertifikat Vaksin Covid-19

Epicenter Pede Perkenalkan Microchip yang Bisa Menyimpan Data Sertifikat Vaksin Covid-19
(gambar: ist. via dailymail)
Sabtu, 25 Desember 2021 11:54 WIB
JAKARTA - Epicenter, sebuah komunitas digital scale up, perusahaan, intrapreneur dan enterprenuer di Stockholm, Swedia meluncurkan microchip seukuran biji beras untuk ditanam di balik kulit manusia yang bisa menyimpan data sertifikat vaksin Covid-19, baru-baru ini.

Implan dapat dibaca oleh perangkat apa pun menggunakan protokol komunikasi jarak dekat (NFC). Publik Indonesia banyak mengenal NFC sebagai teknologi pembayaran via pemindaian seperti mengisi saldo E-Toll melalui alat pindai di bodi telepon genggam kelas Rp5 jutaan.

Kepala Distribusi Epicenter Hannes Sjoblad, melalui sebuah video sebagimana dikutip GoNEWS.co dari dailymail di Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/12/2021), memeragakan penggunaan teknologi cerdas itu. Ia memegang cip di lengannya dan hanya melambaikan smartphone di atasnya untuk mengetahui status vaksinasinya.

"Implan adalah teknologi yang sangat serbaguna yang dapat digunakan untuk banyak hal yang berbeda dan saat ini sangat nyaman untuk memiliki paspor Covid-19 yang selalu dapat diakses pada implan Anda," katanya.

Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19-penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 atau virus corona-sebagai pandemi.

Sejak saat itu virus menguasai dunia, menutup bisnis dan memaksa orang masuk ke rumah mereka selama berbulan-bulan.

Banyak tempat, restoran, bar, ruang konser dan museum, di seluruh AS yang mengharuskan pengunjung menunjukkan status vaksinasi mereka untuk memasuki gedung. Keharusan menunjukkan sertifikat vaksin ini juga diterapkan di Indonesia dengan pindai barcode melalui aplikasi PeduliLindungi. Tapi teknologi microchip Epicenter lebih memudahkan pengguna karena tak perlu khawatir gagal menunjukkan sertifikat ketika ponsel dalam keadaan kehabisan baterai.

"Jika ponsel Anda kehabisan baterai, itu selalu dapat diakses oleh Anda. Jadi tentu saja, begitulah cara kami menggunakan teknologi ini hari ini, tahun depan kami akan menggunakannya untuk hal lain," kata Sjoblad.

Microchip berada tepat di bawah kulit, baik di lengan atau di antara ibu jari dan jari telunjuk. Chip ditanamkan dengan suntikan sederhana dari jarum suntik dan dengan satu klik. Prosedur verifikasi dengan microchip ini juga tidak memerlukan aplikasi telepon khusus.

Sebenarnya, microchip yang ditanamkan Epicenter bukanlah inovasi baru karena perusahaan telah menggunakannya selama bertahun-tahun terhadap karyawannya sendiri.

Pada tahun 2015, perusahaan mengumumkan telah menanamkan microchip di lebih dari 100 karyawannya. Dengan microchip yang ditanam tersebut, para karyawan dimungkinkan untuk membuka pintu, mengoperasikan printer, atau membeli smoothie cukup dengan dengan lambaian tangan.

Saat diaktifkan oleh pembaca beberapa inci jauhnya, sejumlah kecil data mengalir di antara kedua perangkat melalui gelombang elektromagnetik. Saat ini, paspor microchip atau microchip yang menyimpan data sertifikat vaksin belum siap untuk dipasarkan.

Patrick Mesterton, salah satu pendiri dan CEO Epicenter, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tahun 2017; "Manfaat terbesarnya menurut saya adalah kenyamanan. Pada dasarnya, ini menggantikan banyak hal yang Anda miliki, perangkat komunikasi lain, apakah itu kartu kredit atau kunci."***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Basket, SEA Games, Jawa Barat
wwwwww