Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tebar Bansos Bergambar Puan, Pengamat: Tak Efektif untuk Dongkrak Elektabilitas

Tebar Bansos Bergambar Puan, Pengamat: Tak Efektif untuk Dongkrak Elektabilitas
Bansos bergambar Puan Maharani siap dibagikan di Solo. (Foto: Solopos)
Rabu, 29 Desember 2021 14:10 WIB

JAKARTA - Penyaluran ribuan paket sembako (beras) bergambar Ketua DPR RI, Puan Maharani, oleh para Legislator PDI Perjuangan yang sedang menggelar reses di berbagai Daerah Pemilihan (Dapil) jadi sorotan publik.

Dalam pandangan pengamat politik dan pemilik LKV Avid, Sutan Aji Nugraha, semua itu tak lebih dari strategi partai berlambang banteng moncong putih untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas Puan Maharani menuju Pilpres 2024.

"Pembagian beras bergambar Puan Maharani tujuannya untuk memperkenalkan sosok penerus trah Megawati Soekarnoputri agar lebih dikenal luas oleh masyarakat," ujarnya,  Selasa (28/12/2021).

Selain itu, kata Sutan, PDIP ingin bantuan itu menarik simpati dari penerima bantuan beras. Dia melihat strategi politik bagi-bagi beras ini dilatarbelakangi oleh rendahnya popularitas dan elektabilitas Puan Maharani.

"Karena dari sekian banyak lembaga poling yang menggelar poling pada tahun 2021, popularitas Puan Maharani masih kalah oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo," ucap Sutan.

Di mata Sutan, strategi baru PDIP ini tidak akan efektif mendongkrak popularitas dan elektabilitas Puan. Maksimal hanya bisa menambah sisi popularitas saja.

"Guna meningkatkan popularitas bolehlah memakai gimmick kebutuhan rakyat kecil dengan turun bareng langsung atau via representaternya yaitu anggota DPR RI dan DPRD," tutur Sutan.

Baginya, politik bagi-bagi beras ini menggelikan. Pasalnya, para legislator PDIP di daerah tetap mengikuti arahan pusat namun berusaha menekan budget agar tetap sekecil mungkin.

"Jika tujuannya elektabilitas, dengan menggunakan strategi berbagi beras itu terlalu kecil dibandingkan dengan keinginannya (dongkrak elektabilitas)," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww