Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Penjual Bubur Menangis, Curhat ke Kapolri Motornya Digadai Cepu Polisi

Penjual Bubur Menangis, Curhat ke Kapolri Motornya Digadai Cepu Polisi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Istimewa)
Kamis, 30 Desember 2021 20:09 WIB

JAKARTA - Seorang penjual bubur asal Klaten, Jawa Tengah, Sita Tri Utami meminta pertolongan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan membantu kasus gadai motor yang melibatkan oknum kepolisian.

Permintaan itu ia sampaikan dalam sebuah video yang viral di media sosial. "Saya mohon saya hanyalah seorang tukang bubur yang ketika mencari keadilan dipersulit dan mahal," kata Sita dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @majeliskopi08, Kamis (30/12).

Kasus ini bermula saat ia merantau ke Jakarta. Pada tahun 2020, Sita mengalami kesulitan uang. Ia kemudian menggadaikan motornya, Honda PCX dengan nilai Rp6 juta. Namun, saat ia hendak menebus gadai itu, motornya sudah tidak ada.

Sita lantas meminta bantuan salah seorang anggota Polsek Cilincing, Jakarta Utara. Aparat tersebut kemudian datang bersama seorang informan atau cepu berinisial ER.

"Motor itu sebenarnya sudah ketemu di tahun 2020. Di situ saya sudah ngeluarin uang pokoknya buat operasional semuanya sudah tak kasihkan," ujar Sita sebagaimana dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @majeliskopi08, Senin (27/12).

Namun, alih-alih dikembalikan kepada Sita, motor itu justru digadaikan oleh cepu tersebut hingga 2021. Ia dimintai uang Rp18 juta jika ingin mendapatkan kembali sepeda motornya.

Sita lantas meminta bantuan ke Pomal, Babinsa, dan Koramil. Sejumlah anggota kepolisian dan Danramil, kata dia, turut membantu namun hasilnya nihil. "Sampai saya juga udah bikin LP," tutur Sita.

Demi mendapatkan motornya kembali, Sita mengaku sudah mengeluarkan uang banyak untuk biaya operasional. Bahkan orang tuanya rela menjual gabah untuk biaya transportasi Jakarta-Klaten demi mendapatkan keadilan.

Sita mengatakan sebenarnya persoalan yang menimpanya sepele. Menurut Sita, motornya bisa didapatkan kembali jika polisi berani menekan cepu tersebut.

"Sebenarnya masalahnya sepele, Pak, jika oknum polisi itu berani neken cepunya motor saya sebenarnya bisa balik. Cuma Pak Polisi itu sudah tidak mau terlibat lagi," ujarnya.

Sita lantas meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menurunkan polisi yang tulus mau membantunya dan tidak saling menutupi kesalahan polisi lain. "Turunkan satu anggota bapak yang benar-benar tulus, tidak saling menutupi. Saya cuma minta tolong itu saja," kata Sita terisak.

Diproses Provos Polda Metro Jaya

Beberapa waktu setelah video curahan hati Sita viral di media sosial, kasusnya ditindaklanjuti Polda Metro Jaya. Provos Polda Metro Jaya kemudian meminta keterangan dari Sita pada Rabu (29/12).

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Aris Timang mengatakan pihaknya telah memeriksa Sita sebagai tambahan berita acara pemeriksaan (BAP) terlapor. Aparat juga berjanji akan menyelidiki keterlibatan oknum polisi tersebut. "Dari Provos Polda (Metro Jaya) sudah melakukan komunikasi dengan ibu," kata Aris, Rabu (29/12).

Sebagai informasi, kasus ini dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi karena kasus tersebut bermula di wilayah hukum Kota Bekasi.

Ditemui usai pemeriksaan, Sita berharap cepu yang menggadaikan motornya itu ditangkap dan dihadirkan di hadapannya di Polres Metro Bekasi. Menurut Sita selama ni, anggota Polsek terkait menutupi tindakan oknum tersebut. "Karena selama ini orang-orang Polsek kan nutupin dia semua, itu yang saya nggak terima sampai sekarang," tuturnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww