Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
24 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
2
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
24 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
5
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
24 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Menuju 2022

Nyinyiran PSI di Penghujung 2021 soal Formula E

Nyinyiran PSI di Penghujung 2021 soal Formula E
Ilustrasi Formula E. (foto: ist./shutterstock)
Jum'at, 31 Desember 2021 18:06 WIB
JAKARTA - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dikenal sebagai fraksi yang kerap mengkritisi pemerintahan Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan. Soal rencana gelaran Formula E misalnya, termasuk rencana yang sering dikritisi PSI hingga di penghujung tahun 2021 saat ini.

Catatan GoNEWS.co, kritisi terakhir PSI soal Formula E terkait dengan wilayah lintasan yang disebut melewati jalur pembuangan lumpur. Ini membuat perencanaan Anies terkesan tak terukur.

"Ini yang terjadi kalau perencanaan termasuk penentuan trek tidak dikaji dulu. Tidak ada rencana terukur," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam suatu siaran resmi yang dikutip GoNEWS.co, Jumat (31/12/2021).

Alih-alih membangun lintasan di atas jalur pembuangan lumpur, Anies pun dinilai lebih baik membuat lomba tangkap belut.

"Sepertinya Pak Anies lebih baik bikin acara lomba tangkap Belut ketimbang balap mobil," kata Anggara.

Anggara menandaskan, "Dari awal kami bilang harus ada transparansi karena ini acara yang pakai uang rakyat dan di atas tanah perusahaan daerah pula. Jangan-jangan penentuan trek ini belum ada studi kelayakannya."***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww