Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Ekonomi

2022, Harga Komoditas Migas Diprediksi Konsisten Naik

2022, Harga Komoditas Migas Diprediksi Konsisten Naik
Ilustrasi subsidi produk turunan gas. (foto: dok. ist./sindonews)
Sabtu, 01 Januari 2022 13:50 WIB

JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) M.H. Said Abdullah mengungkapkan, harga komoditas minyak dan gas diprediksi konsisten merangkak naik pada 2022. Hal tersebut Ia samapaikan dalam suatu pernyataan tertulis yang dibaca, Sabtu (1/1/2022).

Karenanya Politisi PDIP itu mendorong agar pemerintah melakukan setidaknya 2 hal yakni; 1) Mereformasi subsidi energi; dan 2) Mentransformasi ekonomi ke ekonomi hijau.

Pasalnya, kata Said, kenaikan harga komoditas minyak dan gas bisa meningkatkan kebutuhan alokasi subsidi energi di Indonesia. Sementara, mengandalkan subsidi bukanlah solusi yang efektif.

"Oleh karena itu, reformasi subsidi energi perlu dilakukan," kata Said dikutip GoNEWS.co di Depok, Jawa Barat.

Pemerintah, tegas Said, harus segera melakukan reformasi subsidi energi, agar plafon subsidi energi di tahun depan sebesar Rp134 triliun tidak membengkak.

"Lebih penting lagi, agar subsidi energi lebih tepat sasaran. Saya berharap selambatnya pertengahan tahun depan reformasi subsidi energi telah dijalankan," ujarnya.

Sementara kebijakan ekonomi hijau, menurut Said, diharapkan mencerminkan komitmen internasional dari Indonesia guna mewujudkan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution) dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal
wwwwww