Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Beladiri

Oneng Dorong Panja Restrukturisasi Taspen dan Asabri

Oneng Dorong Panja Restrukturisasi Taspen dan Asabri
Gedung Taspen. (foto: dok. ist.)
Rabu, 12 Januari 2022 16:40 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VI Fraksi PDIP DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendorong agar Panja (panitia kerja) restrukturisasi BUMN yang telah berakhir tugasnya dilanjutkan menjadi Panja restrukturisasi Taspen dan Asabri. Hal tersebut disampaikan mantan pemeran 'Oneng' dalam serial 'Bajaj Bajuri' itu dalam sebuah kesempatan virtual yang Ia unggah di media sosial sebagaimana disaksikan di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

"Meskipun (Panja, red) ini sudah selesai, tapi ada lanjutan khusus untuk Taspen dan Asabri," kata Oneng sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

GoNews.co Anggota Komisi VI Fraksi PDIP
Anggota Komisi VI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka dalam suatu kesempatan. (gambar: tangkapan layar video ist.)

Menurut Oneng, Panja Restrukturisasi Taspen dan Asabri harus dibentuk mengingat telah ada Putusan MK nomor 72/PUU-17 tahun 2019 dan nomor 6/XVIII tahun 2020. "Dan Pak Jokowi sudah menerbitkan Inpres pada Maret 2021, sudah ada rekomendasi dan kajian dari KPK juga."

"Ini menjadi masalah yang serius karena nasabah Taspen sama juga dengan nasabah Asabri yang jumlahnya jutaan orang. Jangan sampai kita menunggu meledak," kata Oneng.

Oneng mengungkapkan, persoalan Taspen sebetulnya sudah menjadi perhatian juga dari Menteri Keuangan. Kata Oneng, bendahara negara juga mengkritisi investasi yang dilakukan oleh Taspen.

Data yang diterima Oneng, seorang terdakwa dalam kasus Jiwasraya dituntut pidana seumur hidup dan orang yang sama juga menjadi terdakwa dalam kasus Asabri dengan tuntutan pidana mati.

"Kita tidak bisa berasumsi bahwa hal yang sama tidak terjadi pada Taspen," ujar Oneng.

Dalam kesempatan itu, Oneng juga mengingatkan pembelajaran dari pengalaman Yunani yang pernah mengalami krisis ekonomi pasca jaminan sosial di negara tersebut kolaps karena membayar jaminan pensiun.

Sebagai informasi, Komisi VI DPR RI sebelumnya memiliki Panja Penyehatan dan Restrukturisasi BUMN. Panja ini menjadi bentuk kontrol parlemen agar seluruh badan usaha milik negara bisa memberi kontribusi optimal bagi perkonomian nasional.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Ekonomi, Metropolitan, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww