Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tuntut Kenaikan UMP, Hari Ini, 50 Ribu Buruh Kepung Gedung DPR

Tuntut Kenaikan UMP, Hari Ini, 50 Ribu Buruh Kepung Gedung DPR
Demo buruh di DPR. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 14 Januari 2022 16:24 WIB

JAKARTA - Sebanyak 50 ribu buruh dari berbagai serikat pekerja akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta pada, Jumat (14/1/2022).

Massa aksi disebutkan berasal dari empat konfederasi dan 60 federasi, termasuk organisasi masyarakat, serta elemen masyarakat seperti petani, nelayan, hingga mahasiswa. "Pukul 10 pagi," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

Iqbal menyebutkan aksi tersebut untuk menyampaikan empat tuntutan utama. Empat tuntutan tersebut diantaranya yakni menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Selain itu, buruh juga meminta revisi Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait upah minimum kota/kabupaten (UMK) dengan kenaikan antara 5 - 7 persen, dan meminta revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi tersebut dikatakan Said Iqbal dilakukan tidak hanya di Gedung DPR Senayan Jakarta saja, melainkan serentak di sejumlah lokasi yang sudah ditentukan di masing-masing 34 provinsi. "Tidak hanya di Jakarta. Secara serempak, aksi juga akan dilakukan di 34 provinsi," tutup Said Iqbal.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww