Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

ITD Unair Temukan Varian Covid-19 Indonesia

ITD Unair Temukan Varian Covid-19 Indonesia
Ilustrasi varian Covid-19. (gambar: ist./shutterstock)
Senin, 24 Januari 2022 16:29 WIB
JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Astha Tryiono mengungkapkan, telah ditemukan varian lokal Covid-19 di Indonesia. Pemberitaan yang beredar, Rabu (19/1/2022) menyebut, varian itu pertama kali ditemukan oleh Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur.

"Ada 8 varian Omicron, 9 varian Delta, dan satu varian lokal," kata Tryiono dikutip GoNEWS.co dari detikcom.

ITD mengklaim bahwa varian tersebut berbeda dengan mutasi Covid-19 manapun, baik itu Delta atau Omicron. Varian itu juga disebut berbeda secara karateristik dengan Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada 2019 lalu.

Sementara itu, Eks Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengatakan jika benar ditemukan sebuah varian lokal, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, adalah menganalisa secara genomik. Dari hasil analisa, barulah dapat diketahui langkah selanjutnya.

"Kalau dianggap penting, maka Indonesia tinggal menginformasikan ke Global Outbreak Alert and Response Network (GOARN) untuk nanti diputuskan apakah akan masuk variant under monitoring (VUM) atau tidak. Atau mungkin saja sudah ada laporan varian serupa dari beberapa negara lain yang mungkin perangainya tidak mengkhawatirkan," kata Tjandra dalam suatu pernyataan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww