Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Bantahan Dinkes Tanjungbalai soal Viralnya Bocah Meninggal Usai Vaksin Covid-19

Bantahan Dinkes Tanjungbalai soal Viralnya Bocah Meninggal Usai Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 terhadap anak. (foto: dok. ist.)
Kamis, 27 Januari 2022 17:45 WIB
JAKARTA - Kasus seorang anak meninggal dunia usai vaksinasi Covid-19 di Tanjungbalai, Sumatra Utara (Sumut) viral dan mendapat atensi dari otoritas setempat, baru-baru ini. Plt Kepala Dinkes Kota Tanjungbalai Ali Azhari membantah tuduhan bahwa bocah tersebut meninggal karena suntik vaksin Covid-19.

Kasus ini viral usai orang tua dari bocah tersebut melalui akun Facebook Ray Al-Gaffar pada Selasa (25/1/2022), mengunggah kemarahan dan kesedihannya atas kepergian sang anak.

Bocah tersebut diketahui berinisial SS (10) dan duduk di bangku kelas 4 SD. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia pada Minggu (23/1/2022).

Terkait viralnya kasus ini, Plt Kepala Dinkes Kota Tanjungbalai Ali Azhari mengatakan, bocah tersebut sebelumnya memang telah dinyatakan mengidap demam berdarah. "Bukan karena vaksin."

"Jadi kebetulan anak ini memang DBD," ujarnya dikutip GoNEWS.co dari merdeka, Kamis (27/1/2022).

Ali menjelaskan, korban sempat dibawa ke klinik dokter pada Sabtu (22/1/2022) dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hadi Husada. Di rumah sakit itu, oleh dokter korban dinyatakan DBD.

"Dokter juga sudah menanyai dan ternyata anak itu sudah demam sejak 6 hari sebelumnya, akibat DBD itu," tambahnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, SEA Games, Sumatera Utara
wwwwww